Don't be alone
Cast :
- Son naeun as naeun
- Park chanyeol as chanyeol / kaka seulgi
- Seulgi as seulgi / adik chanyeol
- Nam jihyun as jihyun / kaka naeun
- Mijoo as mijoo
- Park jinyoung as jr
Ep 1 {it's me}
Ruangan yang sangat gelap, tak ada udara sama sekali, tak ada orang disana selain diriku dan seorang pria besar berbaju hitam dengan topeng yang menyeramkan. Disekap mulutku dengan kain, diikat kaki dan tangan ku dengan tali. Ingin ku katakan tolong dengan keras agar ada seseorang yang membantuku. Pria itu datang menghampiri ku "Yaa! Kau!" diambil pisau dan hampir ingin membunuhku.
"Aaaaa tidak!!" ku terbangun dari mimpi burukku. "Kenapa mimpi buruk ku tak pernah hilang" ucap naeun. Diambil air minum itu. Tubuhnya penuh dengan keringat. Segera dia bangun dan bersiap2 untuk berangkat sekolah.
"Ahjumma, mana appa?" tanya naeun pada pembantunya
"Tuan sudah berangkat dari tadi pagi" jawab nya
Segeralah naeun memasuki mobil dimana supir pribadinya telah menunggunya. Dia adalah putri dari direktur perusahaan CJJ. Naeun tidak pernah merasa bahagia sejak ibu dan kakak perempuan nya meninggal. Dia selalu merasa sendiri dan dia merasa tak ada seorang pun yang menyayanginya.
*Di sekolah
Ku langkahkan kaki menuju kelas, tetapi apa ini bola basket dihadapan ku. "Hey tolong lemparkan bola itu" kata lelaki yang memakai baju ber nomor 10 itu. Dilemparkan lah bola itu tetapi uppss bola itu mengenai kepala gadis berambut cokelat gelombang yaah dia adalah gadis populer di sekolah itu, bernama yora. Semua orang menertawakan yora. Dan itu membuat yora marah "Ya! Naeun ah, kau sengaja melempar bola itu padaku?" kata yora mulai menghampirinya
"Ani (tidak)" kata naeun dan langsung berjalan menuju kelas "Sudah sudah yora, kita balas saja nanti, sebaiknya kita buat rencana dulu" kata mijoo teman yora menahan nya untuk tidak marah di depan orang banyak.
*Di kelas
Naeun duduk di dekat jendela, semua teman2nya sibuk mengobrol satu sama lain. Mungkin hanya naeun saja yang diam dan hanya melihat ke luar jendela. "when you feel lonely or sad , do not cry" ucapnya dalam hati. Kata2 itu selalu menjadi motto dalam hidupnya.
"Baik anak-anak, kita akan kedatangan anak baru, silahkan masuk" ucap pak jung wali kelas 2-1
"annyeonghaseyo, seulgi imnida, aku pindahan dari LA, smoga kami bisa berteman dekat" kata seulgi
"Waaahh LA, yeppeun (cantik)" ucap teman-teman
"Baiklah seulgi, kau duduk disebelah son naeun" kata pak jung menunjuk kursi yang berada disebelah naeun. Seulgi pun melangkahkan kakinya dan mengulurkan tangan nya kepada naeun
"annyeonghaseyo, namamu siapa?" tanya seulgi
"Naeun imnida" jawab naeun dan kembali menatap ke luar jendela
"Ya ampun juteknya" ucap seulgi dalam hati
*Pulang sekolah
"Yaa! Naeun ah, putri direktur CJJ! Mengapa kau melepar bola itu padaku!" kata yora. Naeun telah di jegat oleh teman2 yora.
"Aishhh mianhaeyo" kata naeun dan mencoba untuk pergi
"Ya! Mau kemana kau?" kata yora dan menarik tangan naeun dengan kuat
"Ya! Lepaskan tangan ku!" kata naeun marah
Dan di siram naeun dengan air oleh teman2 yora
"Pak guru, lihat ituu" ucap seorang namja tinggi berteriak
"Ya ya cepat kita pergi, ada pak guru" ucap yora segera pergi meninggalkan naeun
Laki-laki itu datang menghampiri naeun dan memberinya jaket
"gwaenchanha? pakai lah ini. Baju mu basah" ucap laki-laki itu
Segera diambil lah jaket itu, Naeun masih menunduk kepalanya dan segera pergi. "Aishhh bukannya berterimakasih" kata laki-laki itu dan menggelengkan kepalanya.
**Prov chanyeol
Lelaki itu adalah Park chanyeol, yang memberi naeun jaket. Dia kaka kelas yang populer di sekolah. Dia memiliki banyak keahlian mulai dari olahraga, musik, pengetahuan, perfect.
"Aku tak pernah melihat gadis itu" kata chanyeol melihat gadis yang ditolongnya segera berlari.
*Di rumah naeun
"Nyonya ada apa dengan baju mu?" kata pembantunya khawatir melihat naeun basah kuyup seperti itu. Naeun hanya pergi dan menuju kamarnya.
"Hiks hiks" naeun nangis. Sudah kesekian kali nya dia slalu pindah sekolah. Dia tak ingin pindah sekolah lagi. Dia tak ingin memberatkan appanya, yang selalu mengurus kepindahannya itu. Lagi-lagi ruangan itu gelap, tetapi ini beda ini ada di hutan yang menyeramkan, pohon2 yang angker dan seekor binatang yang menyeramkan menghampirinya. "Aaa" teriak naeun dan bangkit dari mimpi buruknya lagi. "Kenapa dengan mimpi itu lagi? Semuanya penuh gelap?" ucap naeun.
*Di sekolah
"Hey seulgi, sebaiknya kau gabung dengan kami, dari pada dengan cewe yang menyeramkan itu" ucap yora pada seulgi.
"Iya betul, aku saja tidak mau berada disampingnya" timbal laki-laki gendut itu.
Seulgi hanya tersenyum saja, dan naeun hanya diam sambil mendengarkan musik.
"Iya dia itu orang aneh" ucap gadis berkacamata menghampiri seulgi dan menarik tangannya.
"A,,,ni (tii,,dak)" kata seulgi
Semua orang sudah pergi, tak kecuali naeun dan seulgi yang masih berada di kelas.
"Kau tak pulang?" tanya seulgi
"Besok kau jangan disamping ku, benar apa yang dikatakan teman2 tadi" kata naeun dan pergi meninggalkan nya.
*Keesokan harinya
Saat pelajaran bisnis, naeun tertidur karena semalam dia tidak tidur takut bermimpi buruk lagi. "Aaa tidak" teriak naeun terbangun dari tidurnya. Semua mata tertuju padanya.
"Naeun ssi, gwaenchanha ?" tanya ibu guru bisnis padanya.
"Kalau kau tak enak badan, pergilah ke UKS" ucap ibu guru bisnis. Segeralah naeun bangkit dari kursinya dan pergi dari kelas menuju UKS.
"Ibu, mana bisa kau membiarkan siswi tidur di kelas saat pelajaran mu" ucap laki-laki berkacamata yang duduk di depan
"Iya betul itu" ucap yora dan teman2nya
"Aishhh tidak adil" ucap teman lainnya
"Tapi kurasa dia sakit, kalian tidak lihat tadi tubuh nya penuh dengan keringat" ucap seulgi mencoba membelanya
"Aigho seulgi ah, sudah ku bilang dia itu cewe aneh" timbal laki-laki yang berbadan kurus
"Sudah sudah, jangan ada yang berbicara lagi!" ucap guru bisnis sambil memukul meja
*Di UKS
Naeun hanya tidur2an disana, tapi disebelah nya ada seorang namja yang menolongnya tadi.
"Hey, kau yang kemarin ku pinjamkan jaket kan?" kata chanyeol
"Oh ne, gomapseumnida (terimakasih). atas jaket itu, besok akan ku kembalikan" ucapnya dengan jutek
"Aishhh kau jutek sekali, kau sakit apa?" tanya nya
"tutong (sakit kepala)" jawab naeun
"Nih, kau minum ini pasti tutong mu hilang" ucap chanyeol dan memberinya obat
"Huh, kenapa pria ini bawel sekali sih" ucapnya dengan suara kecil
"Ya! Kau bilang apa tadi? tunggu, kau siswi kelas 2 kan? Kau seharusnya memanggil ku oppa, aratsoyo? (paham?)"
"Oh mianhae sunbaenim" ucap naeun
"Ya! ku bilang oppa, sunbaenim tua sekali -_-" ucap chanyeol
"Oh nde oppa" ucap naeun dan tersenyum kecil
"Nah begitu, ya! kau tersenyumlah, jangan jutek begitu, jika kau senyum itu lebih cantik" ucap chanyeol dan meninggalkan ruang UKS itu
"Senyum? Cantik? Aku?" ucap naeun heran dan dia mencoba melihat dirinya di depan cermin. Melebarkan bibirnya untuk tersenyum.
"Hey" ucap seulgi pada naeun
"Mwo?" kata naeun
"Ani, hanya ingin melihatmu, gwaenchanha?" kata seulgi
"Nde gwaenchanha" kata naeun
"Naeun ah, ayo kita berteman, kau boleh bercerita pada ku tentang semua hal dan sebaliknya aku" kata seulgi dan memegang tangan naeun
"Aneh sekali, kenapa dia mau berteman dengan ku" ucapnya dalam hati. Dan naeun mengangguk.
"Waah, gamsahabnida naeun ah" ucap seulgi dan memeluk naeun
*Di rumah seulgi
Ini pertama kalinya naeun berkunjung ke rumah teman, biasanya teman2 nya yang datang ke rumahnya.
"Ayo cerita kan tentang kau, aku sudah menceritakan semua nya pada mu, tentang diriku, keluarga ku dan bahkan pengalaman ku" ucap seulgi
"Baiklah, tapi hidupku tak seberuntung kau, kau memiliki eomma, appa dan oppa yang menyayangi mu. Memiliki pengalaman yang menyenangkan dengan teman-teman mu dulu. Sedangkan aku...."
*7 tahun yang lalu
Hari itu adalah hari eonnie ku ulang tahun. Aku berbeda 4 tahun dengan unnie ku. Untuk merayakan nya, keluarga kami berkunjung ke tempat dunia permainan. Aku, eonnie dan appa bermain halilintar. Sedangkan eomma menunggu kami dibawah. Tetapi setelah selesai bermain permainan itu eomma ku tak ada. Segera kami hubungi bagian informasi dan keamanan. Setelah 5 hari polisi berkata bahwa eomma ku sudah meninggal. Mayat nya ditemukan di gudang pabrik. Setelah eomma meninggal, eonnie ku merasa bersalah dia selalu mengurungkan dirinya di dalam kamar. Aku dan appa sangat khawatir, akhirnya pintu eonnie bisa terbuka. Betapa terkejutnya eonnie ku penuh dengan darah. Eonnie ku pun meninggal. Setelah eomma dan eonnie ku meninggal, aku merasa waspada melihat orang banyak, dan aku selalu bermimpi buruk. Ayah ku sibuk dengan pekerjaan nya tak pernah memperhatikanku.
"Uljima naeun ah, aku akan selalu ada di samping mu, buanglah masa lalu itu, aku yakin eomma dan eonnie mu baik-baik saja disana. Appa mu pasti menyayangi mu juga" ucap seulgi
"Ah nde smoga" kata naeun
"Lau bagaimana dengan teman-teman mu dulu" ucap seulgi
"Besok saja aku akan ceritakan, ini sudah malam, aku harus pulang" ucap naeun
"Ah benar, ayo aku antar" ucap seulgi
Mereka pun turun ke lantai bawah. "Ah oppa kau sudah pulang" kata seulgi pada oppa nya.
"Aishhh sudah dari tadi kali, kau saja sibuk sendiri" ucap oppa nya pada seulgi
"Ah kau?" kata chanyeol pada naeun
"Oh iya naeun, kenalkan ini oppaku" kata seulgi
"Ah nde" kata naeun menundukkan kepalanya
"Kalian sudah kenal?" kata seulgi
"Pali, antar teman mu, sudah malam" kata chanyeol dan segera masuk ke kamarnya
Ep 2 {I have one friend}
Pagi ini sangat cerah, ku rapih kan seragam berwarna abu2 ini. Dan kupakai kaos kaki abu2 panjang serta sepatu kets ku.
"Nyonya muda, ada pesan bahwa appa akan makan malam di rumah" kata pembantunya
"Ah nde" kata naeun
Pagi-pagi itu seulgi sudah mehampirinya, mereka pun berangkat sekolah.
"Kau membawa sepeda?" tanya naeun
"Nde waeyo (kenapa)?" kata seulgi
"Ani, aku tak pernah naik sepeda sebelumnya" ucap naeun
"Aishhh dasar, ayo naiklah" kata seulgi
Naeun pun duduk di jok sepeda berwarna pink itu.
"Waah enaknyaaa" kata naeun. Sungguh bahagia nya naeun, senyum nya yang tak dipaksakan itu begitu indah.
Ternyata chanyeol pun ikut dengan mereka, dia pun sama menaiki sepeda.
"Aiihh gadis itu, seperti baru naik sepeda saja" kata chanyeol memandang naeun begitu lama
*Di parkiran sekolah
"Hey lihat lah itu naeun dan seulgi, aishh bersama oppa chanyeol juga pula. Mereka berangkat bareng?" kata gadis berambut pendek
"Aih entahlah, aku sungguh tak rela, naeun memiliki teman" kata yora
*Di kelas
Naeun tidak seperti biasanya, kini dia sering mengobrol dengan seulgi. Dan tak jarang bengong sendirian.
"Hey hey lihat itu mereka akrab sekali" bisik teman2nya. Membicarakan mereka berdua.
"Sudah jangan dengarkan mereka" kata seulgi berbisik pada naeun. Naeun memberikan jempol pada seulgi.
*Pak jung datang
"Memberi salam" ucap laki-laki berkacamata, dia adalah ketua kelas 2-1.
"Salam" ucap teman-teman
"Baik anak-anak dua minggu lagi kita akan menghadapi ujian, jadi persiapkan diri kalian. Aratsoyo? (paham?)"
"Nde..." ucapnya
"Oh iya, seulgi ssi kau dipanggil ke ruang tata usaha untuk mengurus beberapa dokumen" ucap pak jung
"Oh nde" seulgi pun menuju ruang tata usaha.
Tiba-tiba saja naeun teringat kejadian yang tak menyenangkan itu dan berteriak "aaaa,,," ucapnya.
"Yaa! Naeun ah, kenapa kau slalu saja mengganggu konsentrasi ku" ucap gadis berkepang dua itu
"Tau nih, kau pasti tertidur lagi kan!" ucap laki-laki gendut itu
"A..ni" kata naeun gugup. Keringatnya terus bercucuran
"Aiihh lagi-lagi son naeun" kata ketua kelas 2-1
"Sudah-sudah, naeun kalau kau sakit sebaiknya ke UKS saja" kata pak jung
"Ya! Pak kenapa kau tak memarahinya? Dia tidur dikelas saat pelajaran bapak" ucap laki-laki yang berbadan kurus itu
"Kau tahu? Kemarin kan appanya naeun kesini, yaah pasti appanya sedang nyogok para guru" ucap yora
"Iya betul, mentang-mentang appanya memiliki sebagian saham disekolah ini" ucap gadis berambut pendek itu
"Aiihh tidak adil sekali" ucap teman-teman yang lain
Naeun hanya diam mendengar semua perkataan teman2nya itu. Kini dia tak tahan lagi dan bangkit dari kursinya itu
"Ya!! Kalian! Waeyo? Mwo? Kalian tidak suka padaku? Kalian boleh menghina ku, tapi tidak dengan appa ku. Kalian boleh membicarakan ku tapi tidak dengan appa ku. Mengapa kalau aku aneh? Aku tak pernah menggangu kalian? Waeyo? Waeyo?" ucap naeun dengan meneteskan air mata nya. Segera dia pergi meninggalkan kelasnya.
"Hiks hiks" isak tangis naeun.
"Naeun ah, waeyo?" tanya seulgi yang baru keluar dari ruang tata usaha.
"Changkkamanyo, naeun ah" ucap lagi seulgi. Seulgi hendak berlari tapi tangannya di hentikan oleh pak jung
"Seulgi biarkan dia sendiri dulu, kau kembali ke kelas" ucap pak jung.
**Prov naeun
Naeun pergi ke taman dekat kantin dan menangis....
"Hiks hiks, aku tak kuat lagi dengan perkataan teman2ku, mengapa mereka membenci ku? Mengapa mereka tak menyukai ku? Wae?" ucap naeun yang terus menangis
"Nih hapus air mata mu dengan ini" kata chanyeol datang menghampiri nya dan memberinya tisu. Diambil tisu itu oleh naeun.
"Mungkin kau pernah berbuat kesalahan dengan teman-teman sekelas mu itu" ucap chanyeol
"Kesalahan? Dulu?" naeun mencoba mengingatnya
*Flashback 1 tahun yang lalu
Awal pertama masuk sekolah, naeun sangat dekat dengan mijoo. Mereka hampir setiap hari berangkat dan pulang bareng, bahkan mijoo selalu berkunjung ke rumah naeun.
"Anak-anak uang kas yang kalian kumpulkan sudah cukup banyak" kata bu sorn wali kelas 1-1
"Yee, berarti setelah ujian kita bisa berlibur bersama" ucap gadis berkepang itu
"Asikkkk" ucap semua murid-murid 1-1
"Mijoo, kau sebagai bendahara, ibu akan memberikan uang itu padamu" kata ibu sorn
"Nde" ucap mijoo
*Di kantin
"Hey! Mijoo kau ulang tahun hari ini kan" ucap yora
"Traktir,, traktir ,,traktir" ucap teman-teman meminta traktir pada mijoo
"Appa mu kan pengusaha" ucap laki-laki gendut itu
"Baiklah, akan ku traktir kalian" ucap mijoo
"Hey, mijoo bukannya appa mu lupa memberikan uang jajan padamu hari ini?" Ucap naeun bisik-bisik
"Ani, dia memberikan ku ko, aku hanya bercanda saja padamu" ucap mijoo
"Aishhh kirain, baguslah kalau begitu" ucap naeun
"Naeun ah, tolong pesankan ramyen untukku, aku ingin ke toilet dulu" ucap mijoo
"Nde mijoo" ucap naeun
*Di toilet
"Aigho apa yang harus ku lakukan? Appa ku kan bangkrut, aku tidak diberi uang saku, apa kata teman2 ku nanti" ucap mijoo kebingungan. Kemudian dilihat lah amplop cokelat yang berisi uang itu dikantongnya. "Ah ya pake uang ini saja dulu" ucap mijoo
*Pulang sekolah
"Naeun ah, boleh ku pinjam uang mu?" ucap mijoo
"Ah waeyo? Untuk apa?" kata naeun
"Hmm eomma ku sakit, uang ku sudah habis untuk traktir teman-teman tadi, aku mau beli obat dulu ke apotek sebelum pulang kerumah" kata mijoo
"Ah begitu, berapa memangnya?" tanya naeun
"Sekitar 500rb won, tapi kalau kau tak memberinya juga gapapa ko" ucap mijoo
"A,,ni pasti kuberikan, apalagi ini untuk eomma mu, ini 500rb won" kata naeun
"Waah gamsahabnida naeun ah, kau memang teman baikku" ucap mijoo sambil memeluknya
*Di rumah mijoo
"Yaa! Kau! Sini! Kau bawa uang tidak?l ucap appanya yang sedang mabuk
"Anii appa" ucapnya
"Ya! Jangan berbohong!" ucap appanya
Kemudian uang yang di kantongnya terjatuh
"Ya! Ini uang! Sini!" appanya mengambil uang itu
"Anii appa itu bukan uangku, kembalikan appa" kata mijoo
"Aishhh sana!" kata appanya dan mendorong mijoo. Hingga jidatnya terkena meja kayu itu dan berdarah.
"Appa kembalikan uangku! Itu bukan uangku!" ucap mijoo menangis.
*Di kelas
"Mijoo kau bawa uangnya kan?" ucap ibu sorn
"Ah nde" kata mijoo, mijoo mencari uang itu di tasnya tapi tidak ada. "Ibu, uang itu tidak ada di tas ku. Tadi padahal ku bawa uang itu" ucap mijoo
"Kau benar-benar sudah memeriksanya?" tanya ibu sorn
"Ah nde bu, aku taruh dalam amplop berwarna cokelat" kata mijoo
"Aishhh pasti ada yang mencurinya" ucap laki-laki berbadan kurus itu
"Coba taruh tas kalian di atas meja" kata bu sorn
"Tidak mau bu, kami juga memiliki hak untuk tidak menggeledah tas kami" ucap gadis berkacamata itu
"Baiklah, siapa yang mengambil silahkan katakan yang sebenarnya" kata ibu sorn
"Saya bu, mianhamnida (maaf) teman-teman, aku akan ganti uang ini secepatnya" ucap naeun
"Ya!! Enak sekali kau berkata seperti itu" ucap ketua kelas
"Aishhh benar-benar bilang saja kau pakai belanja kan! Karena uang yang di berikan appa mu masih kurang!" ucap yora
"Aishhh keterlaluan"
"Aishhh benar-benar sok sekali kau!"
"Aishhh mentang-mentang kau orang kaya, bisa seenaknya memakai uang itu tanpa izin dari kami" ucap yang lainnya
"Naeun ikut ibu segera ke kantor" kata ibu sorn
"Nde" ucap naeun
"Huuuu....." ucap teman2nya
Mijoo hanya diam, tak bisa berbuat apa2. Tangannya sudah gemetar sekali. Naeun pun kembali ke kelas. Mejanya penuh dengan coretan. "Kau tak tau diri" "kau sombong sekali" "kau tak sopan" "kau seperti....". Tetapi naeun tak peduli karena demi temannya.
"Mijoo ah, kau menunggu kan? Tenang saja aku akan urus masalah ini" ucap naeun
"Mengapa kau lakukan ini?" kata mijoo
"Karena kau sahabatku, oiya kepala mu tak apa-apa kan?" ucap naeun dan memegang luka di jidat mijoo
"Kau lihat aku didorong oleh appa ku?" tanya mijoo
"Nde, aku tau ko, uang kelas kita diambil oleh appa mu kan?" kata naeun
Kemudian bel istirahat selesai teman-temannya mulai berdatangan ke dalam kelas
"Ani, uang kelas itu memang dicuri oleh kau! Kau yang mengambilnya untuk belanja kan!" kata mijoo yang tiba2 marah kepada naeun
"Ya! Naeun ah! Sudah jelas kau yang mencurinya! Kenapa kau menuduh mijoo yang mencurinya!" kata laki-laki gendut itu
"A,,ni" kata naeun mulai meneteskan air matanya. Dia sedih bukan karena perkataan teman2 yang lainnya. Tetapi perkataan sahabatnya itu mijoo. Dia melakukan itu semua hanya untuk mijoo sahabatnya, dia tak ingin mijoo menderita lagi. Karena dia sudah menderita karena appanya. Hingga keesokan harinya mijoo menjauhi naeun. Karena kisah itu lah teman-teman sekelas nya membenci naeun.
"Bagaimana kau sudah ingat?" tanya chanyeol
"Nde oppa" jawab naeun. Naeun akhirnya menyadari mengapa teman2nya membenci dia. "Aku pikir masalah ini sudah selesai, karena aku sudah mengganti uang itu dan menerima hukuman yang ibu sorn berikan padaku. Aku pun tak ikut acara liburan itu" kata naeun dalam hatinya.
Ep 3 {saya mohon}
Naeun sudah menunggu di ruang makan yang berukuran besar, di atas nya sudah tersedia banyak makanan, desert, minuman yang sangat lezat.
"Appa pulang,,," kata appa nya segera menaruh tas kerjanya dan melepaskan dasinya. Appa menuju ruang makan
"Naeun ah maafkan appa telat datang" ucap appanya
"Sebaiknya appa ganti baju dulu" ucap naeun
Setelah selesai ganti baju, mereka berdua pun duduk di ruang makan untuk makan malam.
"Bagaimana sekolah mu?" tanya appanya
"Jhal Jhinaeyo (baik-baik saja)" ucap naeun
"Ada sesuatu yang kau inginkan?" tanya lagi
"Appa, apa kau ke sekolah ku kemarin lusa?" ucapnya
"Ani" kata appanya
"Jujur lah appa, appa meminta semua guru untuk baik padaku kan? Aku tau appa mengkhawatirkan ku, tapi tak begini. Ini malah membuat semua teman-teman membenci appa, aku tak suka mereka membicarakan appa. Aku mohon appa jangan lakukan ini lagi. Aku masih sanggup untuk tidak pindah sekolah lagi" ucap naeun dan beranjak dari meja makan menuju kamarnya.
"Naeun ah, mianhae appa, appa hanya mengkhawatirkan keadaan mu yang terlihat tidak sehat" ucap appanya
*Di kamar naeun
Naeun sudah tertidur, appa nya mengelus rambutnya. "Anakku, maafkan appa tak bisa merawat mu, kau terlihat kurusan, appa hanya tidak mau kehilangan mu, appa bingung apa yang harus dilakukan seorang ayah untuk putrinya selain mencari uang untuk putrinya. Appa menyayangi mu putri ku" ucap appa dan meneteskan air matanya. Ternyata naeun belum tidur, dia pun meneteskan air matanya.
*Keesokan harinya
Naeun menuju kamar appanya, tetapi tak ada ayahnya di kamar itu. Dilihat sekelilingnya, di samping tempat tidur ada foto keluarganya. Dan diatas mejanya banyak sekali berkas-berkas. Di lihat berkas itu dan ternyata itu adalah riwayat kesehatan ku. "Jadi selama ini, appa mencari seorang psikologi untuk menyembuhkan mimpi buruk ku ini" katanya. Kemudian dalam berkas itu terdapat tulisan "Ini bukan mimpi buruk melainkan trauma yang belum pernah terlupakan olehku, kejadian yang pernah ku lihat sebelumnya atau seseorang yang aku sayangi tetapi aku masih belum mengikhlaskan nya" ucap naeun berpikir. Hpnya berdering "kringgg kringgg"
"Yeobosoyo (hallo)" kata naeun
"Naeun ah, ne seulgi" tanya seulgi
"Ah waeyo?" kata naeun
"ayo kita bermain, hari ini kan hari minggu" ucap seulgi
"Ayo cepat keluar, aku sudah menunggu di luar rumah mu pali pali (cepat-cepat)" ucap lagi seulgi dan menutup teleponnya
"Aishhh, dia sudah di luar rumahku ternyata" kata naeun dan melihat ke luar jendela
*Di kebun binatang
"Ahh gwiyeoun (lucu/imut)" ucap seulgi pada seekor marmut
"Mengapa kau ajak oppa mu?" kata naeun
"Kalau tidak ada oppa siapa yang akan mengendarai mobil, memangnya kita bisa bawa mobil, kita masih 17 thn belum pantas bawa mobil" ucap seulgi menjulurkan lidahnya
"Ah gheurae (begitu)" ucap naeun
"Oppa fotokan kami disini" ucap seulgi
"Oke, hana,,, dhul,,, shet,,," ucap chanyeol mengatur posisi yang bagus
"Kimchiii" ucap seulgi dan naeun
"Sini oppa sekarang giliran mu" ucap seulgi dan mengambil kamera oppa nya
"Ani (tidak) kau saja ah" ucap chanyeol
"Waeyo? (kenapa?) Kau malu ya?" goda adiknya
"Huh baiklah, ayo naeun ah" ucap chanyeol
"Aishhh posenya kaku sekali sih, ya! rileks lah jangan kaku" ucap seulgi
"Ya! Kau bilang apa, bicara informal dengan oppa mu ini" ucap chanyeol
"Ah mianhae (maaf), baiklah bersiap ya" ucap seulgi yang mulai memotret. Tetapi seorang anak kecil yang tak sengaja mendorong naeun dan naeun hampir terjatuh tetapi di selamatkan oleh chanyeol. Mereka pun saling bertatapan satu sama lain. Chanyeol memegang pinggul naeun untuk menahannya dan naeun memegang baju chanyeol.
"Waah jhohta (bagus), bagus sekali posenya, lihat hasilnya, keren kan?" ucap seulgi menghampiri mereka. Segera naeun melepas kan tangannya begitu pun chanyeol. "Ah sudah lah ayo, kita lihat yang lainnya" kata chanyeol dengan cepat berjalan.
Setelah menghabiskan di kebun binatang, mereka pun menuju ke festival kuliner dan music. Di festival itu sangat ramai sekali hingga memesan makanan pun harus mengantri.
"Ah ramai sekali" ucap seulgi lelah
"Kau pasti lelah, biar aku saja yang pesan makanan" ucap naeun
"Ah kalian makan saja dulu, aku mau kesana dulu" ucap chanyeol sambil menunjuk salah satu toko gitar
"Nde, kau mau mesan apa?" tanya naeun
"Aku pesan budae rebus, sushi dan orange juice, gomawo yo naeun ah" kata seulgi
"Nde cheonmaneyo (sama-sama)" ucap naeun
Naeun pun segera memesan makanan, tetapi dia sakit perut dan bergegas pergi ke toilet. "Ahjumma, maaf aku titip makanan ku dulu, aku ingin ke toilet dulu" ucap naeun. "Ah nde" jawab ahjumma itu. Karena tidak kuat naeun salah memasuki toilet. Seorang ahjussi mengunci pintu itu, karena toilet itu sudah lama tak dipakai. Naeun pun selesai tetapi ketika naeun hendak keluar, dia terkunci di dalamnya. Naeun pun berteriak meminta tolong.
"Ada orang kah di luar? Tolong aku, doumhae (tolonglah!)" ucap naeun
"Tolong akuu,,, pintunya terkunci" ucap naeun sambil menggedor2 pintu
**Prov seulgi dan chanyeol
"Mana naeun? Lama sekali memesannya, aku saja sudah selesai" ucap chanyeol
"Mungkin ngantri" kata seulgi.
"Coba kau telepon" kata chanyeol
"Hpnya disini, dia menitipkan tasnya padaku" ucap seulgi
Sudah berjam-jam naeun belum kembali
"Aigho oppa, kenapa naeun belum kembali? ayo oppa kita cari naeun" kata seulgi menarik tangan oppanya
"Shillye Hamnida (permisi), ahjumma kau lihat seorang gadis tingginya sekitar 168cm, memakai baju pink muda, rambutnya cokelat dan memakai bando" ucap seulgi
"Ani (tidak) aku tidak melihatnya" ucap ahjumma itu
"Shillye Hamnida (permisi), noona kau melihat gadis tinggi nya sekitar leher ku, memakai baju pink" ucap chanyeol
"Aku tidak melihatnya" ucao noona itu
"Naeun ah kau dimana? Mianhe (maaf) seharusnya aku menemani mu" ucap seulgi sedih
"Sudah sudah uljima (jangan sedih), kita pasti menemukannya" ucap chanyeol
"Sebaiknya sekarang kau ke ruang informasi, oppa akan cari diseluruh ruangan" kata chanyeol
"Nde oppa" kata seulgi dan segera menuju ruang informasi
**Prov naeun
Hari pun sudah gelap, di dalam kamar mandi itu sangatlah gelap.
"Aku tidak membawa hp, ruangan ini sangat gelap, tolong aku, wonjhohae (bantulah!)" ucapnya lelah yang terus menerus berteriak meminta tolong.
Tubuh naeun berkeringat banyak, dilihatnya setiap sudut kamar mandi itu, dia teringat akan mimpi buruk nya itu. Naeun mencoba bangun dan berteriak lagi
"Siapapun tolong aku, tolong bukakan pintu ini" ucap naeun
"Haa? Itu seperti suara naeun" kata chanyeol dan bergegas menuju kamar mandi itu.
"Naeun ah, kau disana?" tanya chanyeol
"Ah nde oppa, tolong aku, ini sangat gelap" ucap naeun
"Iya naeun aku pasti akan menolongmu, bertahan lah" ucap chanyeol dan mencoba membuka pintu itu.
"Naeun kau pergi dari pintu itu, karena aku akan mendobraknya" kata chanyeol
"Nde" kata naeun. Naeun tak sanggup berdiri dia pun duduk dan memeluk dirinya sendiri berharap pintu itu bisa terbuka. Akhirnya pintu itu terbuka
"Naeun ah, gwaenchanha? (tidak apa-apa?)" tanya chanyeol
"Ah nde,," kata naeun melihat wajah chanyeol dan lalu pingsan.
"Naeun ah, sadarlah" ucap chanyeol khawatir. Segera dibawalah naeun oleh chanyeol menuju ruang perawatan.
*Di ruang perawatan
"Naeun ah, mianhamnida (maaf), tak seharusnya aku membiarkan mu sendiri" ucap seulgi menyesal dan menggenggam tangan naeun. Naeun pun sadar "Ah nde gwaenchanha (tidak apa-apa) seulgi ah, gamsahabnida (terimakasih) telah mencari ku seulgi ah dan chanyeol oppa" ucap naeun letih dan tersenyum pada seulgi dan chanyeol.
Ep 4 {ini bukan mimpi?}
Bel istirahat pun berbunyi, semua murid-murid bergegas pergi ke kantin. Begitu pun dengan naeun dan seulgi. Naeun dan seulgi telah meninggalkan kelasnya. Tetapi teman-teman yang lainnya masih didalam kelas. Ibu sorn melewati kelas 2-1 dan memasuki kelas itu.
"Wah annyeonghaseyo (hallo) ibu sorn" ucap ketua kelas
"Nde annyeonghaseyo, anak-anak boleh ibu pinjam waktu istirahat mu, ada yang ingin ibu bicarakan pada kalian" ucap ibu sorn
"Ah nde" ucap murid-murid 2-1
"Kalian ingat insiden uang yang kalian kumpulkan untuk berlibur bersama dan uang itu hilang?" tanya ibu sorn
"Iya ibu, kita masih ingat, mana mungkin kita tak mengingat insiden itu" ucap yora
"Sebenarnya,,," ucap ibu sorn
*1 tahun yang lalu
Di kantor, naeun berkata "ibu aku mohon jangan keluarkan aku dari sekolah ini. Aku janji akan mengganti uang itu. Ibu boleh memberiku hukuman" mohon naeun.
"Tapi ibu tak percaya kau yang mengambil uang itu, katakan yang sejujurnya naeun" kata ibu sorn
"Baiklah, tapi ibu jangan memarahi sahabatku itu. Uang itu diambil oleh appa nya karena usaha yang dibangunnya bangkrut, dia pun di dorong oleh appanya hingga terluka. Jadi aku ingin membantu sahabatku itu. Ibu janji ya tidak memarahinya" ucap ibu sorn
"Itulah yang dikatakan naeun pada ibu, bukan naeun yang mencurinya. Tapi kalian terus membencinya seperti itu" ucap ibu sorn.
Teman-teman 2-1 hanya menundukkan kepalanya merasa menyesal atas perbuatan dan perkataan yang selama mereka lakukan pada naeun. Mijoo pun bangkit dari kursinya dan berkata
"Teman-teman, ibu sorn. Mianhamnida (maaf), sebenarnya aku yang memakai uang itu untuk mentraktir kalian" kata mijoo dengan gugup dan ketakutan
"Aishhh benar-benar, ah iya dulu kan kau sahabat naeun dan kau bendahara di kelas 1-1 dulu" ucap laki-laki gendut itu
"Iya aku benar-benar minta maaf, aku menyesali semua perbuatanku, mianhae" ucap mijoo dan meneteskan air matanya
"Sudah sudah, mijoo sudah menyadari perbuatannya dan kalian semua harus meminta maaf pada naeun, Aratsoyo? (memgerti?) beban yang slama ini ibu pendam sudah terlepas lega, ibu tak bisa menahannya lagi, ibu tak sanggup melihat naeun terus menerus ke ruang UKS" ucap ibu sorn
Kemudian naeun dan seulgi datang ke kelas. Naeun kaget semua teman-temannya menghampirinya. "Apa ini? Apa aku telah berbuat salah lagi? Apa yang akan mereka lakukan padaku?" ucap naeun dalam hati dan memejamkan matanya.
"Naeun ah aku meminta maaf slama ini aku telah membenci mu karena insiden itu" kata gadis berkepang dua
"Iya naeun ah kami sudah tau semuanya, mianhaeyo (maaf)" kata laki-laki berbadan kurus itu
"Iya naeun ah, aku slalu berkata yang tidak-tidak tentang mu" kata laki-laki gendut itu
"Iya naeun ah aku benar-benar menyesal, mianhaeyo (maaf)" kata yora
"Aku juga, sebagai ketua kelas seharusnya bersikap adil dan tidak memojokkan mu, tetapi aku malah ikut membencimu juga. Aku benar-benar minta maaf mulai sekarang aku akan bersikap adil sebagai ketua kelas" ucap ketua kelas
"Apa? Mereka meminta maaf padaku? Aku tidak mimpi kan? Mereka benar-benar menyesalinya? Ibu sorn sudah mengatakan yang sebenarnya? Pasti ini hanya mimpi, ayo lah naeun bangun dari tidur mu ini" ucap naeun dalam hatinya. Kemudian seulgi mencubit tangan naeun. Dan "aww" ucap naeun "benar ini bukan mimpi, ini kenyataan?" ucap nya dalam hati.
Kemudian mijoo menghampiri naeun dengan gemetar. "Naeun aku benar-benar minta maaf, kau begitu tulus menjadi sahabat ku, tetapi aku mengkhianati mu, aku sangat takut pada saat itu, aku takut tidak memiliki teman, aku takut teman-teman membenciku. Slama ini hatiku slalu resah, karena aku tak berani mengatakan yang sebenarnya. Dalam benakku aku slalu mengkhawatirkan mu....
*Flashback saat naeun pergi meninggalkan kelas karena ucapan teman-temannya*
"Pak, saya izin ke toilet" ucap mijoo dan mengangkat tangannya.
"Naeun pergi kemana ya? Ah ya pasti ke taman dekat kantin" ucap mijoo.
"Hiks hiks, aku tak kuat lagi dengan perkataan teman2ku, mengapa mereka membenci ku? Mengapa mereka tak menyukai ku? Wae?" ucap naeun yang terus menangis. Mijoo melihatnya dibalik pohon, ingin sekali mijoo menghampirinya dan menghapus air matanya. Tetapi disana sudah ada oppa chanyeol yang menemaninya. Dia pun kembali ke kelas.
"Aku benar-benar minta maaf naeun, mianhae,,," ucap mijoo yang sudah meneteskan air matanya. Naeun memeluknya dan mengusap air matanya.
"Tak apa mijoo, aku paham ko. Kau tak boleh menangis lagi. Aku sudah memaafkan mu juga teman-teman yang lain" kata naeun yang juga meneteskan air matanya. Teman-teman perempuan nya pun ikut memeluk naeun "Mianhae naeun ah" ucap nya serentak.
Ep 5 {I can}
Hari demi hari dijalani oleh naeun dengan bahagia. Karena dia memiliki banyak teman tak ada yang membencinya lagi. Hidup naeun menjadi lebih tenang. Hari ini adalah hari pertamanya untuk menemui seorang psikologi. Naeun tidak sendirian tetapi ditemani oleh appanya.
Di dalam mobil, naeun begitu takut. Ayah nya memegang tangan naeun. "Naeun, jangan takut ada appa disini" ucap appanya. "Nde appa" ucap naeun tersenyum.
"Naeun, apa kau masih belum mengikhlaskan eomma mu / eonnie mu?" tanya ibu psikolog itu pada naeun
"Ani, aku sudah mengikhlaskan nya, kalau aku tidak mengikhlaskan nya eomma dan eonnie ku tidak akan tenang di sana. Aku tak akan menyakiti eomma dan eonnie ku." ucap naeun
"Hmm baiklah, kalau begitu apa kau pernah melihat kejadian yang menyeramkan?" tanya ibu psikolog
"Hmm pernah saat melihat eonnie ku meninggal semua tubuhnya penuh darah, tetapi pada saat itu, bibi langsung menutup mataku dan membawa ku ke kamar" ucap naeun
"Mungkin ada sesuatu yang ingin kau katakan, tetapi tak bisa?" tanya nya lagi
"Ani, sesuatu yang ingin ku katakan sudah ku katakan saat di kelas" ucap naeun
Hari pertama itu belum berhasil, ibu psikologi sudah menanyai nya tetapi belum terungkap juga dengan trauma ku.
Dan setiap malam pun naeun masih bermimpi buruk itu. "Aaaaa" ucap naeun tubuhnya penuh dengan keringat. Appanya langsung menghampirinya. "Naeun, gwaenchanha? minumlah, badan mu sangat panas" kata appanya khawatir.
Keesokan harinya, naeun sudah berbaring di rumah sakit dan disampingnya telah banyak makanan dan surat dari teman2nya, bertuliskan "cepat sembuh naeun ah, kami mengkhawatirkan mu"
Naeun melihat semua itu dengan senang hati karena banyak orang2 yang menyayanginya. Datanglah seorang ibu psikolog menghampirinya. Dan memegang tangannya.
"Naeun, ayo coba kau ingat2 lagi, pada masa lalu mu, mungkin itu akan berhubungan dengan mimpi buruk yang selalu mengganggu mu, kau pasti bisa" ucap ibu psikolog sambil memegang tangan naeun
"Sepertinya aku ingat, dulu sepulang sekolah aku menangis karena teman-teman ku membenci ku. Sahabat ku meninggalkan ku, aku berjalan melewati gudang yang seram. Dan disana terdengar seseorang yang meminta tolong. Ku langkahkan kaki ku menuju gudang itu. Dan kulihat seorang gadis yang diikat kaki dan tangannya dan seorang pria berbadan besar serta memakai topeng dan membawa pisau. Kulihat dari jendela dan gadis itu melihatku, air matanya menetes berharap aku akan menolongnya. Aku sungguh takut, tubuh ku berkeringat, aku benar-benar takut. "apa yang harus ku lakukan?" dalam benakku. Ingin rasanya aku berkata tolong untuk menyelamatkannya. Tetapi pria besar itu melihatku segera ku berlari. Lalu ku coba beranikan diriku menuju kantor polisi. "Ahjussiii, disana ada seorang gadis yang di culik, di gudang tua itu. Tolong dia ahjussii" ucap ku. Segera aku dan polisi menuju gudang itu. Tapi gadis itu telah meninggal tubuhnya penuh darah. Segera ku berlari dari sana. "Apa yang telah kulakukan? Gadis itu telah meninggal? Apa aku seorang pembunuh? Seharusnya ku berteriak saat melihatnya" ucap naeun panjang lebar
"Ah benar, kejadian itu persis seperti mimpi mu kan? Kau bukanlah seorang pembunuh, tapi pria besar itu yang membunuhnya. Kau sudah mencoba untuk membantunya. Kalau kau tidak lapor pada polisi mungkin mayat nya tak akan ada yang menemukannya. Tapi berkat kau mayatnya ditemukan dan pasti dia tenang di alam sana. Jadi kau jangan merasa bersalah, kau tau siapa gadis situ?" kata ibu psikolog
"Iya menurut keterangan polisi, gadis itu berusia sama dengan ku. Namanya Kim bosa, aku lihat saat pemakaman nya. Tapi aku tak berani berkunjung kesana." ucap naeun
"Nah kau harus berkunjung kesana, dan katakan apa yang ingin kau katakan, ?" kata ibu psikolog
"Nde,," kata naeun
*Keesokan harinya
Naeun pun berkunjung ke makam Kim bosa dan membawa bunga untuknya.
"Kim bosa, mianhamnida (maaf) aku tak bisa menyelamatkan mu, aku sungguh menyesal karena pada saat itu aku sangat takut. Smoga kau tenang di alam sana" ucap naeun tersenyum dan menaruh bunga di atas kuburan Kim bosa.
Akhirnya naeun tidak pernah bermimpi buruk lagi, trauma yang selama ini dipendam sudah di lepaskan dengan lega.
Ep 6 {he...}
Naeun melangkah kakinya menuju kelas. Lagi-lagi ada sebuah bola basket di depannya. Diambil bola itu dan ingin dilemparkannya. Tetapiii....
"Ya! Jangan dilempar, biar aku saja yang mengambilnya" ucap laki-laki yang memakai baju ber punggung 10 itu dan menghampiri naeun
"Waeyo? (kenapa?)" tanya naeun
"Ani (tidak), nanti kena kepala orang lain" ucap laki-laki itu dan melemparkan bola itu pada temannya.
"Ah, kau tau itu?" tanya nya
"Nde, mianhae karna ku, kau jadi basah kuyup" kata laki-laki itu. "Aku melihat kau, disiram oleh teman2mu karena bola basket yang kau lemparkan itu, padahal kau tak sengaja" kata laki-laki itu menunduk
"Ah gwaenchanha (tak apa), lagian itu sudah lama. Jadi kau juga ada disana?" kata naeun
"Nde, mianhaeyo (maaf)" ucap laki-laki itu
"Nde" ucap naeun. Kemudian datang seulgi dan menarik tangan naeun. Naeun pun hanya melambaikan tangan pada laki-laki bernomor 10 itu. Dia pun membalas nya.
"Ciee siapa namja (laki-laki) itu?" ledek seulgi
"Ani, bukan siapa-siapa" ucap naeun
*Di rumah seulgi dan chanyeol
"Oppa bagaimana baju ku? Yeppeun(cantik) tidak?" tanya seulgi pada oppa nya. Seulgi sedang bersiap-siap untuk ke acara pesta ulang tahun yora.
"Nde jhohta (bagus)" ucap chanyeol
"Naeun ikut dengan mu juga?" tanya chanyeol
"Iyalah, dia ikut dengan ku, waeyo?" kata seulgi
"Ani hanya bertanya saja" ucap chanyeol
"Oiya naeun ah tolong matikan tv sebelum kau pergi" ucap chanyeol
"Ya!! Oppa! Kenapa kau memanggil ku naeun ah, nama ku seulgi!" kata seulgi meleparkan bantal ke oppanya
"Ah nde maksudnya seulgi ah" ucap chanyeol dan langsung menuju kamarnya
"Aishhh dasar" ucap seulgi
*Di acara pesta yora
"Waah seulgi ah, kau yeppeun (cantik) sekali" goda naeun
"Nde gamsahabnida (terimakasih)" ucap seulgi dengan pedenya
"saeng-il chugha habnida, saeng-il chugha habnida, saranghae yook yora, saeng-il chugha habnida (happy birthday to you)" ucap teman-teman yora yang hadir dipestanya.
Naeun pun sedang mencari makanan yang diinginkannya. Tiba-tiba seorang namja menghampirinya.
"Hey" ucap namja itu
"Oh kau?" ucap naeun
"Oiya kita tak sempat berkenalan, namaku jr imnida, kau?" tanya nya
"Naeun imnida, kau kenal dengan yora juga?" tanya naeun
"Nde yora adalah sepupu ku dan kami seumuran" kata jr
"Ah begitu" kata naeun
"Maaf sikap yora ya, dia pernah menyiram mu, dia memang sedikit keras kepala" ucap jr berbisik pada naeun
"Ah ani, lagi pula itu masa lalu, lupakan" ucap naeun
*Di rumah naeun
"2 pesan masuk" tulisan dalam hpnya, dibukalah pesan itu dan ternyata pesan itu dari oppa chanyeol dan jr.
From oppa chanyeol :
annyeong (hallo) naeun ah, kau mau pergi melihat konser dengan ku?
From jr :
annyeong (hallo) naeun, aku memiliki dua tiket konser, mau pergi denganku?
"Aishhh eotteokhae? (bagaimana ini?) balas apa aku?" ucap naeun bingung
**Di rumah chanyeol
"Oppa kau mau kemana, rapih begini?" ucap seulgi yang sedang memakai masker
"Rahasia" ucap chanyeol dan menjulurkan lidahnya
"Aishhh, oke kita main rahasia sekarang" ucap seulgi ngambek
*Prov naeun, chanyeol dan jr
"Siapa pria ini? Aishh tapi tetap lebih keren aku" ucap chanyeol dalam hati
"Aigho, siapa pria tinggi ini? Tapi tetap lebih berkharisma aku" ucap jr dalam hati
"Ah nde, oppa ini teman ku jr dan jr ini teman ku oppa chanyeol dia lebih tua satu tahun dari kita" ucap naeun
"Ah nde" ucap chanyeol dan jr
Mereka bertiga pun, menikmati konser itu yaah walaupun apa yang diharapkan chanyeol dan jr tak sesuai dengan keinginannya.
"Ya ya! siapa yang akan membeli minuman?" ucap chanyeol
"Bagaimana kalau kita main gunting kertas batu?" ucap jr
"gawi , jong-i, dol (gunting, kertas, batu)"
"Aishhh kenapa aku?" ucap naeun
"Ayo terima kekalahan" ucap chanyeol
"Nde nde akan kubelikan" ucap naeun
Chanyeol dan jr pun duduk menunggu minuman datang. Ketika naeun membawa 3 minuman tiba2 naeun hampir terjatuh dia tak melihat kalau ada kulit pisang dilantai.
"Yaa! Naeun ah wiheomhae! (awas!)" ucap chanyeol dan jr.
Segera jr menangkap tubuh naeun. Chanyeol ingin menolongnya tetapi jr lebih cepat darinya.
"gwaenchanha? (kau tak apa?)" tanya jr
"Ah nde" ucap naeun
Ep 7 {I Like him}
Mereka pun berjalan menuju arah pulang, mereka mengantar naeun ke rumahnya. Saat perjalanan begitu dingin, pakaian yang dikenakan naeun jeans dan kaos cokelat hangat serta sepatu kets berwarna cokelat.
"Huu dinginnya" ucapnya.
"Semoga dia yang memberiku jaket" ucap naeun dalam hati.
Kemudian chanyeol dan jr melepaskan jaketnya. Lagi-lagi jr lebih cepat dibanding chanyeol. "Aishhh" kata chanyeol dalam hati.
"Pakai lah ini" kata jr dan memakaikan jaket untuk naeun
"Oh gamsahabnida (terimakasih) jr ah" ucap naeun
"Nde" ucap jr tersenyum
*Keesokan harinya
Jr masih suka menghubungi naeun, mereka pun hampir selalu video call an. Dan selalu pulang bareng. Tetapi chanyeol tak pernah menghubungi naeun lagi.
"Naeun ah, kita ke taman dulu yuk" ajak jr pada naeun
"Ah ayo" ucap naeun
Jr membawakan ice cream untuk naeun. Mereka pun mengobrol sambil makan ice cream.
"Naeun ah, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan" kata jr sambil memegang tangan naeun dan menatap naeun
"Mwo? (apa?)" tanya naeun
"Maukah kau jadi pacar ku?" ucap jr
"Ah mianhamnida (mohon maaf) jr ah, sepertinya aku menyukai seseorang" ucap naeun
"Siapa? hyung itu? chanyeol?" kata jr
"Ah ani, aku hanya menganggap mu sebagian teman ku" kata naeun
"Ah nde arayo (aku tahu)" kata jr
"Nde gomawo jr ah, sudah mau jadi teman ku" kata naeun dan memeluk jr
**Prov naeun
Naeun melihat chanyeol dilapangan basket, naeun pun menghampiri nya
"Oppa! kau marah dengan ku?" tanya naeun
"Ani, aku hanya tak ingin merusak hubungan seseorang" ucap chanyeol
"Mwo? (apa?)" kata naeun
"Iya hubungan mu dengan uri namja chingu (pacar) mu itu jr ah" ucap chanyeol
"Aishhh jr? Uri namja chingu (pacar) ku? Kami hanya berteman, aku telah menolaknya" ucap naeun
"Aigho, sudah lah naeun tak usah malu begitu, kau saja memeluknya" ucap chanyeol
"Ya! kau mengikutiku?" bentak naeun
"Nde waeyo?" ucap chanyeol
",,,," naeun hanya diam
"Oke deh annyeong (bye-bye) naeun ah dan cukae (selamat)" ucap chanyeol melambaikan tangannya dan pergi.
Dilemparkan bola basket itu ke kepala chanyeol
"Ya!! Oppa! Aku tidak jadian dengannya, aku telah menolaknya karena mu, karena aku menyukai mu. Aku berharap saat aku terjatuh yang menolong adalah oppa dan aku berharap oppa yang memberiku jaket itu!" ucap naeun dan pergi dari lapangan itu.
Chanyeol hanya diam ternyata naeun memiliki perasaan yang sama seperti chanyeol. "Benarkah itu? yang dikatakannya? yessss yuhuu" kata chanyeol dengan lompat-lompat senang mendengar perkataan naeun.
"Ya! Naeun ah, changkkamanyo (tunggu)" teriak chanyeol dan mengejar naeun
"Naeun ah" ucap chanyeol
"Mwo?! (apa?!)" kata naeun dan berhenti berjalan dan menoleh pada chanyeol yang berada di belakangnya.
"Mianhae (maaf), aku kira kau tak menyukai ku, aku kira kau menyukai jr karena dia seumuran dengan mu dan pasti itu membuat mu bahagia" ucap chanyeol dan melangkah menuju naeun.
Naeun masih kesal. Chanyeol pun meraih tangan naeun dan berkata "aku juga menyukai mu naeun ah, lebih dulu menyukai mu" ucap chanyeol
"Jeongmal? (benarkah?)" kata naeun
"Nde naeun ah" kata chanyeol
Chanyeol pun memeluk naeun begitu pun naeun. Chanyeol mencium rambut naeun.
"Aishhh ayo kita pulang bersama" kata chanyeol melepaskan pelukan itu dan menggandeng tangan naeun.
"Oppa apa kau akan mengajak ku dating?" tanya naeun
"Anio (tidak)" ledek chanyeol
"Aishh tidak romantis sekali" kata naeun melepaskan gandengan tangan chanyeol
"Nde, kau mau dating seperti apa?" kata chanyeol
"Terserah oppa saja" kata naeun dan menggandeng tangan chanyeol
"Di restoran / pantai / taman kah? Sperti apa ya?" kata chanyeol
-THE END-
Hy ini ff kedua ku, maaf ya kalau ceritanya kurang seru hehe. Ini aku buat iseng2 saja, mengisi kebetean di kosan. Makasih buat loyal readers ku yang membaca ff ku ini.Foto-foto pemain :







Tidak ada komentar:
Posting Komentar