DATING
Cast : Park chorong, minho, suho, irene, sungjae, N/hakyeon
**Prov chorong
Pukul 07.37, alarm itu terus berdering.
"Aishhh sudah pukul 07.37 matilah aku" ucapnya segera bangkit dari tempat tidurnya. Rambut dan pakaian nya yang masih acak2an segera dia berlari pergi ke terminal.
Yaah dia adalah Park Chorong, dia bekerja di perusahaan asuransi. Ini pertama kalinya dia bekerja setelah akhirnya mendapatkan pekerjaan yang dengan susah payah dia dapatkan bahkan harus meninggalkan kampung halaman nya dan menuju ke seoul. Sudah 3 tahun dia menganggur, selama 3 tahun itu dia hanya membantu appa dan eomma nya di restoran milik orang tuanya tepatnya di daerah incheon.
*Di kantor
"Huh telat sudah gara2 cowok sialan itu! awas saja kalau aku ketemu, akan ku balas nanti. Baju ku jadi kotor gini kan" ucap nya kesal dan mengepalkan tangannya.
"Ya! Kau! Anak baru sini" ucap pria yang kelihatannya berumur 30an
"Ah nde, mianhamnida (maaf) saya telat sunbaenim" kata chorong dan menundukkan kepalanya.
"Aishhh, ini hari pertama kau kerja kan? sudah telat bagaimana akan jadi pegawai tetap" ucap sunbaenim itu sambil memutar kan tongkat kayu nya.
"Saya janji sunbaenim tidak akan mengulanginya lagi, saya mohon maafkan saya kali ini" mohon chorong
"Baiklah, kau kembali kerja sana" ucap sunbaenim
"Nde gamsahabnida sunbaenim" ucap chorong sambil tersenyum pada sunbaenim itu.
"Ah sebaiknya aku ke toilet dulu, bersihkan baju ku ini" ucap chorong. Dan seketika dia melihat seorang namja yang membuat pakaian nya kotor.
"Ya! Kau namja (pria), jadi kau kerja disini juga? Aigho aku harap aku tak akan pernah bertemu mu di tempat ini. Kau yang membuat pakaian ku kotor dan membuat ku telat datang kantor, tapi kau tidak membantu ku, aratsoyo? (paham?)" kata chorong panjang lebar
Kemudian namja itu melepaskan headseat nya dan menatap chorong
"Kau bilang apa tadi? aku tidak mendengarnya" tanyanya
"Aishhh benar-benar" ucap chorong yang kini mulai kesal, ingin sekali gepalan tangannya memukul wajah namja yang sedang menatapnya ini. "Tahan chorong ini di kantor, kalau kau memukul kau bisa kena masalah berbuat keributan disini" ucapnya dalam hati. Dan meninggalkan namja itu.
*Di rumah chorong
"Aduh badan ku, baru hari pertama saja pegal nya sudah berasa, mana irene? Dia belum pulangkah?" kata chorong. Irene adalah teman satu kamarnya di kosan. Akan tetapi menurut chorong, irene sangat beruntung dia sudah memiliki jabatan di kantornya. Selain memiliki wajah cantik juga berkepribadian bersih dia pun sudah memiliki pacar yang tampan. Waaahh bahagianya jika diriku menjadi irene.
"Chorong, mianhe aku akan telat karena aku sedang dating, oiya nanti setelah selesai meeting aku akan bawakan makanan" pesan dari irene
"Waah irene ah bogo sipeo (merindukan mu)" ucap chorong dan meletakkan ponselnya
Pukul 24:00
"Aigho irene belum pulang juga, irene ah kau dimana?" kata chorong gelisah. Dia pun menunggu nya di luar rumah. Irene pun tiba tetapi keadaan nya tidak baik.
"Chorong ah" ucap irene menangis dan memeluk chorong
"Irene, waeyo? (kenapa?) Gwaenchanha? (tak apa-apa?)" kata chorong dan mengajak nya masuk
"Baik lah kau minum dulu, ada apa? uljima (jangan sedih) irene ah" kata chorong
"Dating ku sangat kacau, aku telah menghancurkan semuanya, semua rencana yang sudah direncanakan olehnya hancur begitu saja olehku. Aku sungguh tidak enak padanya" ucap irene
"Omo irene ah, kenapa kau cengeng begini, selama ini umurku sudah 22 tahun tapi aku belum pernah merasakan dating. Itu hanya sepele, kau tinggal meminta maaf padanya bahwa kau sungguh tidak tahu bahwa itu adalah rencananya" kata chorong
"Ani (tidak), tapi itu sulit bagiku" kata irene
"Nah makanya kau harus coba, terus kau dimana saja sampe jam 12 baru datang?" tanya chorong
"Aku bersembunyi, aku sungguh tak enak melihat wajahnya yang sedih karena rencana yang dia buat hancur begitu saja, tunggu kau belum pernah dating?" tanya irene
"Aishhh memangnya kau sedang bermain petak umpat apa -_- nde benar, waeyo? (kenapa?)" kata chorong
"Omo, tidak ada yang suka dengan mu ya" ledek irene
"Ani, belum ada yang cocok denganku saja" kata chorong
"Ah dasar" ledek nya lagi dan pergi menuju kamar
"Aishhh benar-benar malah meledek ku" kata chorong
*Di kamar chorong
"Apa benar ya? Aku tak laku? Apa aku tidak akan punya pacar?" kata chorong sambil bercermin. "Aaaa" katanya dan mengacak-acak rambutnya.
"Tok tok tok" irene mengetuk pintu kamar chorong
"Wae? (kenapa?) wae? kau ingin meledek ku" kata chorong
"Ani, gomawo yo telah menunggu ku selarut ini" kata irene
"Ah nde gwaenchanha (tak apa-apa)" kata chorong
*Di kantor
"Aduh banyak sekali pekerjaan yang belum ku selesaikan" kata chorong
"Aku pulang duluan ya" ucap rekan kerja nya
"Ah nde hati-hati" kata chorong
"Pekerjaan mu masih banyak?" sapa jimin rekan kerjanya
"Iya nih, kau sudah selesai?" kata chorong
"Nde ini aku baru akan pulang, fighting chorong ah" kata rekan kerjanya
"Nde fighting (semangat)" kata chorong
Teman-teman kerja yang lainnya sudah selesai, tetapi chorong masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Hufft akhirnya selesai, ah sepertinya aku harus membeli kacamata, mata ku perih setiap hari memandang komputer" kata chorong sambil membereskan berkas2 di mejanya.
Chorong pun menuju terminal untuk pulang, sebelum pulang dia pergi ke optik dahulu untuk membeli kacamata.
"Ahjussi aku ingin lihat kacamata ini" ucapnya sambil menunjuk kacamata bulat berwarna hitam polos itu
"Ini, silahkan" ucap ahjussi
"Nde gamsahabnida (terimakasih)" kata chorong dan meninggal optik itu. "waah lumayan juga harganya 300 won, setelah dapat gajian aku akan beli kacamata itu" gumamnya
**Prov sungjae
"Ah ampun ahjumma, aku tidak mencuri kimbap ini, akan ku bayar nanti, tapi dompet ku ketinggalan" ucap seorang namja berseragam sekolah
"Kalau tidak punya uang tidak usah mampir, sekarang kembalikan kimbap ku" ucap ahjumma
"Tapi ahjumma perutku lapar, ahh noona noona kau sangat cantik, tolong bayarkan kimbap ku ini, aku akan menggantinya besok" kata namja itu sambil menarik tangan chorong yang baru keluar dari optik itu
"Ah nde, berapa ahjumma?" kata chorong
"7won" ucap ahjumma
Chorong pun memberikan uang 7won itu. Segera ahjumma pergi meninggalkan nya.
"Waah noona, gomawo (makasih) telah membantu ku" ucap namja itu
"Nde, sekarang lepaskan tangan ku" ucap chorong
"Ah nde nde mianhae (maaf)" kata namja berseragam itu
Chorong pun segera pergi ke terminal, tetapi namja (pria) itu terus mengikutinya.
"Aishhh kenapa kau mengikuti ku" kata chorong
"Siapa nama mu?" tanya namja
"Sudahlah, kau tak usah ganti juga tak apa-apa, sekarang kau pergi ke rumah mu dan jangan mengikutiku" kata chorong
"Ani (tidak), kalau aku meminjam itu berarti aku harus mengembalikan nya" kata namja itu
"Sekarang berikan nomor mu" kata namja itu
"Aishhh sini" kata chorong menarik hp namja itu dan menekan tombol nomor hpnya.
"Yess, gamsahabnida noona" kata namja itu dan melambaikan tangannya. Kontak nya diberi nama "noona cantik" oleh si namja itu. Dia adalah bernama sungjae, dia masih duduk di kelas 2 SMA. Kimbap merupakan salah satu makanan kesukaan nya.
*Keesokan harinya
"Baiklah dadah aku pulang duluan ya" kata chorong sapa rekan kerja yang lainnya
"Huuhh aku harus menemui si bocah tengik itu dulu lagi" kata chorong
Yaah mereka sudah janjian akan bertemu di tempat kimbap itu. Karena sungjae ingin mengembalikan uang chorong
"Hey noona" kata sungjae dari kejauhan melambaikan tangan nya pada chorong
"Aishhh dia sudah datang" katanya dalam hati
"Baiklah mana uang ku?" kata chorong
"Ani, kau harus jalan2 dengan ku dulu" kata sungjae
"Aigho kau ini, kau tak lihat aku masih pakai pakaian kerja dan kau masih pakai seragam-_-" ucap chorong
"Waeyo? (kenapa?) memangnya salah? kan kita pakai baju, kaja (ayo)..." kata sungjae sambil menarik tangannya
Mereka berdua pergi ke festival jajanan di seoul.
"Noona kau mau ini?" kata sungjae menunjuk budae rebus
"Nde" kata chorong
Mereka pun makan budae rebus di restoran
"Sungjae ah, kenapa kau kemarin tidak bawa uang?" tanya chorong
"Ah kemarin uang ku di ambil oleh para preman, nah aku lapar, jadi aku beli kimbap saja eh ternyata uang ku tak ada" kata sungjae
"Aigho, terus kau tidak lapor ke polisi bahwa uang mu dipalak?" kata chorong
"Ah nanti ceritanya akan nambah sulit, jadi aku biarkan saja. Sudah noona makan budae mu" kata sungjae
Setelah selesai makan, mereka pergi melihat accesoris di festival itu. "Noona lihat lah bagus tidak?" tanya sungjae, dia mengenakan topi boneka di atas kepalanya. Chorong hanya ketawa melihat tingkahnya. "Wah gwiyeoun (imut)" kata chorong melihat boneka beruang berwarna cokelat. "Aku akan mendapat nya untuk mu" kata sungjae. Dia pun mencoba permainan itu agar dapat boneka beruang itu. "Fighting sungjae ah" kata chorong menyemangatinya.
"Nah ini noona untukmu" kata sungjae
"Yess gomawo (makasih), wah gwiyeoun (imut)" kata chorong sambil memeluk boneka itu
"Kau harus beri nama ini sungjae ok!" kata sungjae
"Waeyo? (kenapa?)" tanya chorong
"Karena itu pemberian ku" kata sungjae
Sungjae pun mengantar chorong sampai rumahnya.
"Sungjae ah, gomawo yo atas traktiran dan boneka nya" kata chorong
"Nde" kata sungjae sambil mengedipkan matanya
"Chorong noona, maukah kau makan malam dengan ku?" tanya sungjae
Seketika chorong hanya diam, mendengar perkataan sungjae. "Apa ini? Seorang namja mengajak ku makan malam? Apa ini seperti dia mengajak ku dating?" pikirnya dalam hati.
"Nanti akan ku hubungi kau nanti" kata chorong
"Baiklah, annyeong (bye-bye)" kata sungjae
*Di rumah
"Waah ciee chorong ah, siapa namja (pria) itu?" ledek irene
"Ani, bukan siapa2" kata chorong sambil tersenyum-senyum sendiri
"Aigho aigho, kau menyukai nya ya? namja bersekolah, kau suka yang lebih muda" ejeknya lagi
Chorong hanya menutup telinga nya dengan bantal
"Aishh bagaimana ini? Aku harus menghubungi atau tidak, kenapa di otak ku kepikiran dengan sungjae sih aaaa" kata chorong
*Malam hari
Chorong sudah bersiap-siap menunggu sungjae menjemputnya. Chorong sangat gugup, jantungnya terus berdegup.
"Chorong tenanglah, kau jangan gugup, aku tau ini pertama kalinya kau kencan kan" kata irene mencoba menenangkan nya
"Tok tok tok" suara ketuk pintu
"Nah itu pasti dia" kata irene
Benar itu ternyata sungjae, mereka pun pergi berjalan berdua.
"Chorong noona, mianhae (maaf), aku belum punya sim jadi aku belum boleh membawa mobil" kata sungjae membuka pembicaraan
"Ah gwaenchanha (tak apa-apa) sungjae ah" kata sungjae
Mereka pun sampai di restoran seafood, mereka berdua duduk dengan meja yang sangat cantik.
"Noona bagaimana tempatnya bagus kan? Semua wanita pasti menyukai ini kan?" tanya sungjae
Chorong mengangguk setuju "wah pasti semua wanita akan senang dengan makan malam romantis ini" kata chorong dalam hatinya
"Noona, kau mau membantuku kan?" tanya sungjae
"Nde mwo? (apa?)" kata chorong
"Aku ingin menembak seorang gadis. Dia teman sekelas ku, aku sangat gugup noona. Apa dia akan menyukai tempat ini?" kata sungjae
Chorong hanya diam mendengar semua perkataan sungjae. "Jadi, ini bukan untukku? Dia hanya jadikan ku sebagai bahan cobaan? Dia telah mempermainkan ku? Aku telah dikhianati oleh anak SMA? Memalukan" kata chorong dalam hatinya.
"Noona,,, kenapa kau diam? katanya mau membantuku" kata sungjae
"Ah, dia pasti menyukai tempat ini. Baiklah aku mau pulang dulu" kata chorong mengambil tasnya dan segera keluar dari restoran itu.
"Kenapa noona seperti itu? Kenapa dia keluar begitu saja?" pikir sungjae
"Noona changkkamanyo (tunggu)" kejar sungjae dan mengikuti chorong
"Wae? (kenapa?)" kata chorong
"Ani, kau tak marah kan noona?" kata sungjae
"Ani (tidak)" kata chorong dan terus berjalan
"Noona changkkamanyo (tunggu)" ucap sungjae
Chorong pun berhenti dan menengok ke belakang "Wae? Ada apa lagi?" kata chorong yang sudah mulai kesal.
"Ini uang mu 7 won, gamsahabnida (terimkasih)" kata sungjae menundukkan kepalanya
Uang itu pun langsung diambil oleh chorong dan chorong langsung menaiki bus. Sungjae hanya melihat bus itu yang sudah tidak terlihat lagi.
**Prov chorong
"Hiks hiks hiks" chorong menangis di dalam bus dan disandarkan kepalanya
"Aku sangat bodoh, tak harus nya aku begini, dating apaan ini, dia hanya mempermainkan ku, beraninya" kata nya sambil menangis
"Ini hapus air matamu" kata seseorang memberinya sapu tangan
"Nde gamsahabnida (terimakasih)" kata chorong mengambil sapu tangan itu tetapi tidak melihat siapa yang memberinya sapu tangan itu. Dia pun segera turun dari bus itu dan berjalan menuju rumahnya.
*Keesokan harinya (pagi)
"Sudahlah chorong lupakan dia, namanya juga masih anak SMA. Apa mau ku carikan seseorang untukmu" kata irene sambil menuangkan susu di gelasnya chorong
"Tidak usah, aku tak mau dating lagi" kata chorong
"Husss jaga omongan mu, aku tau kau lagi kesal tapi tak boleh begitu" kata irene
"Sudah ah aku berangkat dulu" kata chorong dan segera pergi
**Prov chorong
"Yuhuuuy, aku dapat gaji pertama ku" kata chorong gembira dan menaruh uang itu di dalam tasnya. Chorong segera pergi ke optik dan membeli kacamata yang diinginkannya. Selesai membeli chorong pergi ke super market tetapi seseorang mengambil tasnya dan chorong berteriak
"Pencuriiiii,,, Pencuriiiii,,, tolong tas ku diambil" teriak chorong
Orang-orang di tempat langsung mengejar pencuri itu.
"Ini tas mu, coba periksa apa barang2 dalam tas mu masih ada" kata namja berkulit putih dan bersih itu
"Iya masih ada semuanya lengkap, gamsahabnida" kata chorong dan menundukkan tubuhnya
"Nde, lain kali kau harus hati-hati" kata namja itu dan pergi
"Aigho tampannya" kata chorong senyum2 sendiri melihatnya pergi dengan mobilnya berwarna hitam.
*Di rumah
Pukul 06:00 hari sabtu chorong membangunkan irene untuk mengajak nya olahraga. "Kau duluan saja dulu, aku akan menyusul nanti" kata irene yang masih belum benar-benar sadar dari tidurnya. "Baiklah, annyeong (bye-bye)" kata chorong.
"Hana dhul shet, hana dhul shet (satu dua tiga), waah segarnya" kata chorong sambil berlari-lari kecil. "Ah itu bukannya yang menolong ku kan" kata chorong dan menghampiri nya.
"Hey, kau masih ingat aku?" tanya chorong pada namja (pria) yang menolongnya kemarin
"Ah kau yang kehilangan dompet, kau suka berlari disini juga" kata namja
"Nde, kau juga ya" kata chorong
"Nde, nama mu siapa?" tanya nya
"Chorong imnida, kau?" tanya chorong
"Suho imnida" kata suho
"Aww kaki ku keram" kata chorong yang kesakitan kakinya keram, mungkin karena kecapean dari tadi terus berlari. Suho pun membawa chorong untuk berhenti dan duduk di rerumputan. Suho memegang kaki chorong dan memijatnya perlahan.
"Bagaimana masih sakit?" tanya suho
"Sudah mendingan, gomawo (makasih)" kata chorong
Mereka pun menghabiskan waktunya untuk mengobrol dan tertawa bersama.
"Kalau kaki mu masih sakit, ayo ku antarkan pulang, karena aku bawa sepeda" kata suho
"Ah baiklah" kata chorong
Suho pun membonceng chorong di belakangnya. "Pegangan, nanti kau bisa jatuh" kata suho menggodanya.
"Ah jadi ini rumahmu" kata suho yang telah sampai di depan rumah chorong
"Nde, gomawo telah mengantar ku, mau mampir?" kata chorong
"Nde sama-sama, tak usah kapan2 saja, annyeong" kata suho
"Nde annyeong" kata chorong melambaikan tangannya pada suho.
"Doorrr, siapa dia?" tanya irene mengagetkan chorong
"Ah dia suho, kemarin dia membantu ku dari preman yang mencuri tas ku, kau tau di seorang atlet catur" kata chorong
"Wah keren sekali" kata irene
*Keesokan harinya
"Waduh mana bus, tumben sekali lama" kata chorong yang sedari menunggu bus untuk berangkat kerja
"Hey" sapa suho kepada chorong
"Oh suho ssi" kata chorong
"Kau sedang menunggu bus ya?" kata suho
"Iya tapi tumben sekali lama" kata chorong
"Ayo ku antar, dari pada kau telat" kata suho
"Jeongmal? (benarkah?)" kata chorong
"Nde kaja (ayo)" kata suho
Chorong pun menaiki motor besar berwarna hitam itu. Tangannya memegang baju suho.
"Chorong ah, kau mau melihat ku bertanding catur?" kata suho
"Nde mau, kapan memangnya?" tanya chorong
"Hari sabtu sore datanglah, kalau kau datang aku pasti akan semangat" kata suho
"Aishh haha iya iya pasti aku datang" kata chorong
"Ah akhirnya sampai juga, berkat kau aku tidak telat, gomapta" ucap chorong
"Nde" kata suho
Chorong pun mulai melangkahkan kakinya menuju pintu tetapi
"Chorong ah" kata suho
"Nde waeyo? (kenapa?) tenang saja aku pasti akan datang" kata chorong
"Ani (tidak) , tapi helm ku, kau tidak mau melepaskan helm ku" kata suho sambil menunjuk helmnya
"Ah aigho aku lupa, nih" kata chorong dan langsung berlari masuk kantornya. Suho hanya menggelengkan kepalanya dan tertawa
"Aishh chorong kau memalukan, lagian kenapa aku sangat bodoh sih, helmnya ishhh" kata chorong memukul kepalanya sendiri
*Pertandingan catur
Chorong mencari tempat duduk dan akhirnya dia mendapatkan tempat duduk paling depan. Dan disana sudah ada suho dengan lawannya yang siap untuk bertanding. Chorong melambaikan tangannya pada suho, dan suho pun membalasnya.
"Fighting" kata chorong dengan suara kecil dan memberi jempol pada suho. Suho mengangguk dan tersenyum.
Selesai pertandingan suho menghampiri chorong.
"Bagaimana permainan ku?" tanya suho
"Wah keren kau menang cukae (selamat)" kata chorong
"Karena aku menang, ayo ku traktir kau nonton" tanya suho
"Hmm baiklah yuk" kata chorong
"Siap, nanti akan ku jemput" kata suho
"Oke!" tanya chorong
*Tempat bioskop
"Kau mau nonton genre apa?" tanya suho
"Komedi saja" kata chorong
"Baiklah, mau popcorn rasa apa?" tanya suho
"Hmm jagung" kata chorong
Mereka berdua pun menonton film itu. Tertawa bersama dan memakan popcorn bersama. Tangan suho memegang tangan chorong.
"Film nya lucu sekali, perutku sampai sakit" kata chorong
"Lebih lucu juga kau chorong" kata suho
"Ah kau ini" kata chorong memukul lengan suho
Suho langsung menggandeng chorong untuk berfoto bersama di depan patung kartun itu.
"Hyung, tolong fotokan ku dengannya" kata suho meminta seorang laki-laki untuk memfotokannya
"Hana dhul shet (satu dua tiga) cekrek" kata laki2 itu
"Wah bagus hasilnya, gamsahabnida (terimakasih)" kata chorong
"Coba lihat" kata suho mengambil hp yang ada ditangan chorong
"Wah kau nya sangat cantik" kata suho
"Ah gombal" kata chorong
Sesampai di rumah chorong....
"Chorong ah, mau kau jadi pacar ku" kata suho menarik tangan chorong sebelum dia masuk ke dalam rumah
"Ha? Kau bilang apa tadi?" kata chorong yang masih belum menyangka
"Mau tidak jadi pacarku?" tanya suho
"Ah nde" kata chorong
"Jeongmal? (sungguh?)" kata suho
Chorong mengangguk, suho langsung memeluk chorong. "Gomawo (makasih) chorong ah, besok kita bertemu di taman ya jam 7 malam ok!" kata suho
"Nde, cepat pulang sana sudah malam" ucap chorong
*Keesokan harinya jam 19:00
Chorong merias dirinya dengan make up tipis. Dia mengenakan celana jeans panjang dan baju hangat berwarna biru serta jaket panjang yang melapisi nya karena udara nya sangat dingin.
"Omo cantiknya, kau mau kemana?" tanya irene
"Ke taman" kata chorong
"Tapi udaranya sedang dingin, sebaiknya kepala mu pakai ini kupluk" kata irene
"Ah benar gomapta" kata chorong mengambil kupluk itu dan pergi ke taman
*Di taman
Gadis berponi berambut hitam dan kupluk dikepalanya itu tengah duduk dengan mengenakan baju hangatnya serta celana jeans dan tas ranselnya. Seiring kali dia melihat jam tangannya seperti sedang menunggu seseorang.
"Hufft sabar park chorong, dia pasti datang" ucapnya dalam hati sambil merapihkan rambut lurus nya itu. Hingga taman itu terlihat sepi satu persatu orang-orang meninggalkan tempat itu. Dan dia masih tetap tenang duduk di bangku taman itu.
"Permisi nyonya, taman ini akan segera tutup" ucap ahjussi kepadanya
"Ah nde, ahjussi aku mohon tunggu 15 menit lagi" mohon nya
"Baiklah" ucap ahjussi
"Kenapa suho tak menjawab telepon ku, dinginnya" kata chorong menggosokan kedua tangannya
"Ayo suho datang lah, kau tidak akan mengkhianati ku kan" kata chorong bangkit dari kursi itu dan menengok kanan kiri
Waktu sudah pukul 23:00 segera di langkahkan kakinya keluar melewati pagar taman itu.
"Tut tut tut" bunyi ponsel chorong
"Ah ini pasti suho" kata chorong bahagia tetapi ternyata itu bukan, yang menelepon nya ialah irene
"Waeyo irene?" tanya chorong
"Kau masih ditaman? Seperti nya suho tidak akan datang" kata irene
"Bagaimana kau tahu? Suho menghubungi mu?" kata chorong
"Ani, aku sedang menonton tv dan di sana ada suho dia sedang bertanding, dia tidak memberitahu mu" kata irene
"Tayang live?" tanya chorong
"Nde live" kata irene
Kemudian ponsel itu langsung ditutup oleh chorong, dan chorong melihatnya langsung lewat hp.
"Suho ah kenapa kau tak memberitahu ku kalau kau ada pertandingan" kata chorong kesal
Suho pun menang kembali di pertandingan itu dan dia diwawancara begitu banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh para wartawan.
"Hmm pasti menjadi atlet sangat sibuk sampai2 dia tdk sempat memberitahu ku" kata chorong yang masih melihat suho di wawancara. Tetapi chorong diam setelah mendengar salah satu pertanyaan para wartawan.
"Suho ssi apa kau memiliki pacar?" tanya wartawan. Chorong memejamkan matanya berharap dia akan menjawab ku jika dia benar-benar menganggapku pacarnya.
"Ah pacar, aku tidak punya, aku ingin fokus dengan karier ku dulu" jawab suho.
"Mwo? (apa?) dia ingin fokus karier dulu, suho kau jahat, kau tak tau aku masih menunggu mu disini sampai kedinginan tetapi jawaban mu itu" kata chorong yang mulai meneteskan air matanya.
"Huh sudah malam, tidak ada bus lagi hiks hiks" kata chorong terus berjalan dan mengusap air matanya
"Aww" apa ini kata chorong. Seperti nya chorong menginjak paku yang ada dijalanan. Segera chorong duduk merasa kesakitan kakinya berdarah. "Ahh perih sekali, siapa sih yang menaruh paku dijalanan begini, ah sakitnya, bagaimana aku berjalan ini, irene ah bantu aku, hp ku lowbet lagi gara2 nonton pertandingan itu ahhh" kata chorong yang benar-benar kesal.
Kemudian datang seseorang memakai baju putih menghampirinya. Dia seorang namja (pria) yang seperti nya baru pulang kerja.
"Gwaenchanha? (tak apa-apa?) Kaki mu berdarah sini ku bantu" kata namja berbaju putih itu
"Ah nde tolong aku, aku sulit untuk berjalan" kata chorong
"Rumah mu dimana?" tanya nya
"Di komplek permata nmr 24" kata chorong
Kemudian namja itu menggendong chorong di punggungnya.
"Kau tak keberatan" kata chorong
"Tidak kau ringan, tenang saja" kata namja
"Kau tau bagaimana rasanya menunggu seseorang?" tanya chorong
"Hmm itu sangat menyebalkan" kata namja
"Benar, mengapa semua cowok itu menyebalkan sih" kata chorong sambil memukul punggung namja itu. Seperti nya namja itu kesakitan tapi ditahan olehnya. Di jalan chorong terlelap tidur di punggung namja itu.
Sesampainya di rumah chorong...
"Ah chorong ah, pasti ponsel mu mati, aku menunggu mu disini, kau siapa ya?" kata irene
"Ah nde minho imnida, tadi aku melihatnya di jalanan, sepertinya kakinya terluka" kata minho
Irene dan minho masuk ke kamar chorong dan menaruh chorong di atas tempat tidurnya.
"Gamsahabnida telah menolong teman ku, kalau tidak ada kau pasti dia bisa tertidur dijalanan, sekali lagi gamsahabnida" kata irene menundukkan kepalanya
"Nde cheonmaneyo (sama-sama), ini kan kewajiban sesama manusia saling tolong menolong" kata minho
*Keesokan harinya
"Hoaammm, Haa? sudah jam berapa ini?" kata chorong langsung bangun terbelalak melihat jam sudah pukul 07:30
"Aishhh sudah2 kau istirahat saja dulu, aku sudah mengirim surat izin ke kantor mu, semalam badan mu sangat panas, sarapan sana. Annyeong (bye-bye) aku berangkat dulu" kata irene
"Aiihh chorong ah kenapa kau begini sih, aaaaa" kata chorong mengacak-acak rambutnya.
"Tut tut tut" ponsel nya berdering dan bertuliskan 'SUHO'. Tetapi ponsel itu dimatikan oleh chorong. Lagi- lagi ponselnya berdering tetapi dimatikan lagi oleh chorong.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu. Chorong pun membukanya dan ternyata itu suho.
"Chorong ah mianhae (maaf), kau pasti telah menunggu ku. Karena ada pertandingan mendadak kemarin jadi aku tak sempat memberitahu mu" kata suho
"Oh, terus interview itu. Wae? Kau katakan bahwa kau tak punya pacar? Lalu aku apa? Dasarrr" kata chorong
"Ah itu karena aku disuruh oleh manager ku, kalau ku katakan aku punya pacar penggemar ku akan kecewa" kata suho
"Tetapi aku sebagai pacar mu pun kecewa. Kau tak tau betapa dinginnya kemarin. Dan melihat interview itu membuat ku sakit. Aratsoyo? (paham?)" kata chorong
"Chorong ah mianhae, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" mohon suho
"Sudah ya suho, sebaiknya hubungan kita cukup sampai disini. Mungkin benar sebaiknya kau fokus saja dulu dengan karier mu sebagai atlet. Dan jangan menghubungi ku lagi" kata chorong dan menutup pintunya
**Prov chorong dan irene
"Bagaimana kau sudah baikan?" tanya irene yang baru pulang dari kerjanya
"Nde, gomawo yo. Kau tau? hubungan ku dengan suho sudah berakhir dan aku merasa lega" kata chorong
"Baguslah kalau begitu, kau harus hati-hati lain kali" kata irene
"Iya sudah dua kali aku merasa sakit hati seperti ini" kata chorong
"Oiya yang kemarin mengantar mu seperti nya dia baik dan juga tampan loh" kata irene
"Ah jadi kemarin aku diantar oleh seorang namja (pria), mengapa aku tidak ingat ya" kata chorong
"Aigho kau ini bagaimana sih. Oiya sarung tangannya masih di mesin cuci. Kemarin kaki mu luka jadi dia baru membalut luka mu dengan itu" kata irene
"Oh nde" kata chorong
"Tapi di tampan loh" ledek irene
"Terus mwo? (apa?) Aku harus pacaran dengannya? Ah sudah ah aku tak mau dating lagi. Karna dating ku slalu kacau" kata chorong dan masuk dalam kamarnya
*Prov chorong dan irene
"Irene kita mau kemana?" tanya chorong
"Ayo kita jalan2, sudah lama kita tak jalan2, karena sibuk bekerja" kata irene
Mereka berdua pergi ke mall untuk belanja.
"Chorong changkkamanyo (tunggu), aku mau ke toilet dulu, nih titip barang ku" kata irene
"Nde ka (pergi / sana)" kata chorong
Kemudian datang anak kecil perempuan menghampiri chorong sambil menangis.
"Eonnie, tolong aku, aku kehilangan oppa ku" kata gadis kecil itu
"Ah, oppa mu dimana, sini-sini uljima (jangan sedih), ayo eonnie carikan oppa mu" kata chorong memegang tangan gadis kecil itu
"Tadi dia sedang beli ice cream untukku, kemudian aku pergi ke tempat permainan setelah aku balik lagi, oppa tidak ada" kata gadis kecil itu
"Ah seharusnya kamu bilang dulu kalau mau ke tempat permainan. Pasti oppa mu sedang mencari mu juga. Siapa nama mu" kata chorong
"Mina imnida" kata gadis itu
"Baiklah kalau begitu kita ke ruang informasi dan keamanan dulu ya mina" kata chorong
"Mina ah" panggil namja (pria) dibelakang mereka berdua
"Ah oppa" kata mina berlari menuju oppa nya dan menarik tangan chorong
"Ah annyeonghaseyo (hallo)" sapa chorong
"Oppa aku mencari mu kemana-mana" kata mina
"Oppa juga, sini" kata oppanya dan menggendong mina
"Gamsahabnida (terimakasih) telah membantu adikku" kata oppa mina dan menundukkan kepalanya
"Nde sama-sama" kata chorong dan menundukkan kepalanya
"Chorong ah" kata irene berjalan menuju chorong
"Oh kau" kata irene melihat oppa mina
"Kau mengenalnya" bisik chorong pada irene
"Ah iya, chorong ah dia minho, dia yang telah membawa mu sampai ke rumah" kata chorong
"Ah jeongmal? (benarkah?)" kata chorong
Minho dan Irene mengangguk
"Gamsahabnida telah menolong ku, oiya ini sarung tangan mu, sekali lagi gomawo" kata chorong
"Nde, kebetulan sekali kita bisa bertemu" kata minho
*Di rumah
Chorong sedang membereskan pakaian nya, karena sudah lama dia tidak membereskan lemarinya. Kemudian dia melihat sapu tangan yang sama seperti punya minho.
"Haa? Punya siapa lagi ini? Aku tidak punya sapu tangan seperti ini, tapi ini kenapa persis seperti punya minho ya" kata chorong
"irene ah" teriak chorong
"Nde wae?" kata irene teriak dari dalam kamarnya
Chorong berjalan menuju kamar irene
"Ini punya kau?" tanya chorong sambil menunjukkan sapu tangan yang dipegangnya
"Ani, sapu tangan ku berwarna kuning" kata irene
"Lalu punya siapa ya?" kata chorong
"Coba saja kau tanya minho soalnya mirip dengan punya nya" kata irene
"Tapi aku sudah memberikannya, yang dulu untuk mengobati luka ku" kata chorong
"Mana ku tau, mungkin punya sungjae atau suho" kata irene
"Aishh kenapa kau menyebutkan nama mereka lagi sih?" kata chorong dan pergi ke kamar nya lagi
*Di kantor jam istirahat
"Hey chorong yuk kita ke kantin" ajak rekan kerjanya yaitu jimin
"Ah yuk" kata chorong
"Menu hari ini apa ya?" tanya chorong pada jimin
"Sepertinya Sujebi (jenis makanan korea yang isinya pangsit pakai kaldu dan sayuran)" kata jimin
Mereka pun langsung mengambil makan siangnya dan duduk di dekat jendela.
"Aku mau ke toilet dulu ya" kata chorong
Ketika mau ke toilet chorong tak sengaja menabrak seorang namja (pria).
"Ah jhwesonghamnida (maaf)" kata chorong
"Ne gwaenchanha (tak apa-apa)" kata namja itu
"Oh kau minho ssi" kata chorong
"Oh chorong ssi, kau bekerja disini?" tanya minho
"Iya aku bekerja disini dan kau juga?" tanya chorong
"Ani (bukan) aku seorang nasabah di perusahaan asuransi ini" kata minho
"Oh gheurae (begitu), sepertinya aku pernah melihat mu sebelumnya di lift" kata chorong yang masih berpikir
"Oh ya ya, kau wanita yang mengajak ngobrol dengan ku tapi aku tak dengar kau bilang apa" kata minho
"Jadi kau yang membuat baju ku kotor dan telat masuk kantor hari pertama ku. Aiihh kenapa kita bisa menjadi berteman gini ya, padahal aku pernah bilang kalau aku ketemu dengan seseorang yang membuat ku kesal akan ku pukul" kata chorong yang ketawa karna tak menyangka bisa bertemu gini
"Wah baiklah kau boleh memukul ku, mianhae telah membuat baju mu kotor dan telat hari pertama mu" kata minho
"Haha gwaenchanha lagian itu sudah beberapa bulan yang lalu" kata chorong
"Baiklah, kau tak jadi je toilet?" kata minho
"Oiya malah jadi ngobrol begini, annyeong (bye-bye)" kata chorong dan pergi ke toilet begitu juga dengan minho.
**Prov minho
Hari ini adalah hari ulang tahun minho yang ke 24 tahun. Minho mentraktir teman2nya di restoran Kedai Tteokbokki, dimana restoran itu milik ayahnya minho.
"Wah gamsahbnida (terimakasih) teman-teman atas kejutan yang tidak berhasil itu haha, kalian tidak akan bisa membuat ku marah" kata minho
"Aigho, liat saja nanti tahun depan aku pasti bisa membuat mu marah" ucap kawan minho
"Yah coba sajalah kalau bisa" kata minho
"Hey hey lihat lah gadis itu" ucap N
"Yang mana?" Kata minho
"Itu yang berambut hitam diponi" kata N
"Ah itu sepertinya aku mengenalnya" kata minho
"Aissh jeongmal? (benarkah?) kenalkan aku padanya" kata N
"Tapi aku tidak begitu dekat banget" kata minho
"Siapa namanya?" Kata N
"Chorong" ucap minho
"Hay chorong" ucap N, sontak minho kaget
"ya! Apa yg kau lakukan" kata minho dengan suara kecil.
Chorong pun menengok, akhirnya minho pun melambaikan tangannya pada chorong.
"Ah annyeonghaseyo (hallo) minho ssi" sapa chorong
"Ah nde annyeonghaseyo , oiya kenalkan ini teman ku tapi dia lebih tua dari kita satu tahun" kata minho
"Nde annyeonghaseyo, N imnida" sapa N
"Ah nde chorong imnida" kata chorong
"Kau sedang pesan apa? Sendirian saja?"Tanya minho
"Iya aku baru pulang kerja, terus pesan tteokbokki untuk makan malam nanti, lalu kau sendiri?" kata chorong
"Ini hari ultah dia, katanya kau akan ditraktir" ucap N
"Wah saeng-il chugha habnida (selamat ulang tahun)" kata chorong
"Nde gomawo (makasih), ayo kau ikut akan ku traktir" ucap minho
"Hmm baiklah" ucap chorong
Chorong pun ikut dengan teman-teman minho, lama-kelamaan mereka saling akrab satu sama lain.
"Aduh hujan lagi, sudah jam set10" kata chorong
"Ayo chorong ku antar" kata N yang muncul dari balik pintu
"Ah tak usah N nim, nanti merepotkan mu" kata chorong
"Ani (tidak) chorong ah, ayo" kata N menarik tangan chorong untuk masuk mobil
*Di dalam mobil
"Kau suka musik apa?" Tanya N
"Hmm pop" kata chorong
Kemudian disetel lagu pop sesuai kesukaan nya.
"Oiya panggil aku N oppa saja jangan nim" kata N
"Haha baiklah" kata chorong
"Oiya gadis yang berada di sebelah minho itu, kekasihnya?" Tanya chorong
"Ah dia, bukan dia menyukai minho tetapi minho masih tidak bisa melupakan cinta pertamanya itu" kata N
"Ah begitu" kata chorong
"Bagaimana kau bisa kenal dengan minho?" Tanya N
"Dia pernah membantu ku dan kami berkenalan" kata chorong
"Disini rumahmu?" Kata N
"Nde, gamsahabnida oppa, kau ingin mampir?" Kata chorong
"Lain kali saja, annyeong" kata N dan segera melaju kembali mobilnya
*Keesokan harinya
Pukul 04:00 "Kring kring kring" telepon chorong berdering.
"Nde yeoboseyo(hallo)" kata chorong
"Chorong ne eomma, appa sakit segera kau kesini ya" kata eomma
"Ah nde eomma, appa sakit apa?" Tanya chorong
"Asmanya kambuh lagi" kata eomma
"Baik aku akan kesana" kata chorong
Chorong pun langsung memesan tiket melalui internet dan memasukan baju ke dalam tasnya.
"Kau mau kemana?" tanya irene yang baru bangun
"Appa ku sakit, jadi aku harus ke incheon dulu, mungkin aku akan nginep 3hari" kata chorong
"Baiklah hati-hati ya, dan titip salam ku untuk appa dan eomma mu" kata irene
"Nde nanti ku sampaikan, annyeong" kata chorong dan segera pergi
*Prov minho
"Kenapa dia tak pernah membalas surat ku itu ya, aishh aku hanya memiliki fotonya dari samping saja itu pun masih kecil" kata minho sambil memandangi foto gadis itu
"Aigho minho ah kau ada-ada saja, lagian surat itu kan sudah lama, kau bahkan tak tau wajahnya saat dia sudah besar jangankan wajah namanya saja kau tak tahu dan kau masih mengharapkan dia, sungguh aneh" kata N yang sedang asik bermain game di kamar minho
"Ah hyung bukannya membantu ku, kan aku sudah membantu mu, kau bahkan mengantar chorong pulang" kata minho
"Saran ku, mending coba kau datangi rumah nya barang kali saja dia sudah kembali ke rumah nya" kata N
"Ah bisa jadi juga sih, sudah lama aku tak kesana lagi, baiklah aku siap-siap dulu" kata minho
"Boleh ku ikut dengan mu? Aku penasaran secantik apa sih cinta pertama mu itu sampai kau tak bisa melupakannya, kalau wajahnya tak cantik saat dia masih kecil, gimana loh?" ledek N pada minho
*Di inchoen di rumah appa & eomma chorong
"Appa, gwaenchana? (tidak apa-apa?)" Tanya chorong khawatir
"Nde chorong, nanti juga appa akan sembuh" kata appa
"Makanya appa, harus terus minum obat appa" kata chorong
"Nah dengarkan anak mu ngomong, appa jarang sekali minum obat yang diberikan dokter" kata eomma nya yang sedang memasak
"Tuh kan appa, kalau appa tidak minum obat nya appa akan sakit" kata chorong
"Nde nde appa akan minum, kau ini sama bawelnya dengan eomma" kata appa
"Eomma kau sudah rapihkan kamar ku kan?" Tanya chorong
"Belum, eomma sangat sibuk sampai lupa tidak merapihkan kamar mu" kata eomma
"Aishh eomma" kata chorong
*Di kamar chorong
"Aisshh debunya banyak sekali" kata chorong sambil batuk dan bersin
Chorong pun memulai merapihkan barang2nya kemudian, tempat tidurnya, lemarinya, jendelanya, dan terakhir lantainya.
"Huhh akhirnyaaaa selesai" kata chorong
"Eh tunggu, tadi dalam box pink itu apa ya" pikir chorong dan diambillah box pink itu. Di dalam box itu terdapat boneka, accesoris, jam beker, hiasan dan surat-surat. "Ah iya ini pemberian dari teman-teman saat smp haha" kata chorong sambil membaca surat-surat nya dulu.
"Apa ini? Pengagum rahasia? Sejak kapan aku memiliki pengangum rahasia, sepertinya surat ini baru ku buka, amplop nya masih sangat lengket" Kata chorong
"Chorong ah cepat makan dulu" teriak eomma nya dilantai bawah
"Nde eomma" kata chorong dan memasukkan kembali surat2 itu ke dalam box.
*Pagi hari prov minho
Pagi-pagi sekali minho sudah keluar dari villa, dia ingin mengunjungi rumah gadis itu saat pertama kali bertemu dengannya.
"Ku mohon dia ada kali ini" mohon minho sambil bersembunyi dibalik pohon.
Gadis itu masih berpakaian piyama lengan panjang, dia membuka kain jendelanya dan bercermin sambil mengikatkan rambut lurus hitamnya. Masih dalam posisi dari samping, sesekali dia mengucek-ucek kedua matanya.
"Waah benar apa kata hyung, kali ini gadis itu benar-benar ada di rumahnya, ayolah buka jendela nya, posisinya masih saja miring, rambut lurus hitamnya masih sama seperti dulu" kata minho yang masih menatap gadis itu.
Dan gadis itu memulai membuka jendela kamarnya. Sambil memejamkan matanya dan menghirup udara segar.
"Ah itu bukankah chorong?" Pikir minho
"Aishh sepertinya ini hanya mimpi, tak mungkin kan itu chorong" kata minho, kemudian dia menyubit pipinya dan "aww"
"Benar itu chorong, jadi selama ini cinta pertama ku adalah chorong, benarkah itu?" kata minho
Minho pun kembali ke villanya, dia masih tak menyangka ternyata itu adalah chorong.
"Minho ah" panggil N
Tapi minho masih diam sambil berjalan seakan-akan tak ada yang memanggilnya
"Aishh ya! Minho ah" kata N menghampirinya
"Wae? (kenapa?) Kau tak melihat gadis itu?" Tanya N
"Ah nde hyung gadis itu tak ada" kata minho
"Sudah-sudah uljima (jangan sedih), mungkin besok dia ada" kata N
"Nde" kata minho
"Kau tau? Ternyata chorong sedang berada di incheon, tadi aku bertemu dengannya dan bahkan aku tau dimana rumah oppa dan eommanya" kata N
"Nde baguslah kalau begitu" kata minho dan segera masuk ke dalam villanya
*Di taman
"Mana oppa N dan minho" kata chorong menunggu mereka datang
"Hey chorong, mianhae (maaf) aku telat" kata N
"Nde gwaenchana (tak apa-apa) oppa" kata chorong
"Minho ah, waeyo? Kau diam saja dari tadi" tanya chorong
"Dia sedang galau, ternyata cinta pertamanya dia tak ada di rumahnya" bisik N pada chorong
"Ah jadi gadis itu berada di incheon" kata chorong
"Sudah-sudah jangan berbisik begitu" kata minho
"Aishh baiklah, ayo ikuti aku, aku akan mengajak kalian ke tempat-tempat yang indah di incheon" kata chorong dan menarik tangan kedua namja (pria) itu.
Mereka pun naik sepeda unik yang bisa dinaiki oleh 3 orang, N berada didepan, chorong ditengah dan minho dibelakang. Mereka menggowes sepeda itu dan sambil melihat pemandangan yang sangat indah. Setelah itu chorong mengajak mereka ke tempat wisata air terjun, disana mereka bermain air bersama.
"Ya! Jangan menyiram ku" kata chorong sambil membalas melempar air kepada N dan minho.
"Oneul jeulgheoweoseoyo (hari ini sangat menyenangkan) bukan?" Tanya chorong
"Nde sangat, gomawo chorong ah" kata N
"Nde gomawo, oiya kalian pulang duluan saja, aku ingin mampir ke suatu tempat dulu" kata minho
"Oke deh annyeong (bye-bye)" kata chorong
**Prov chorong dan N
"Oiya ku dengar appa mu buka restoran di daerah sini" kata N
"Ah nde benar tak jauh dari rumah ku" kata chorong
"Baiklah kapan-kapan aku akan mampir" kata N
Kemudian saat di perjalanan, ada bola yang hampir mengenai kepala chorong. Tetapi bola itu di tangkis oleh tangan N.
"Waah oppa kau keren, gomawo" kata chorong
"Nde kalau bola itu mengenai kepala mu, akan ku hajar mereka haha" kata N
*Keesokan harinya di restoran appa chorong
"Appa kenalkan ini teman ku" kata chorong
"Nde annyeonghaseyo N imnida" kata N sambil membungkukan badannya
"Annyeonghaseyo minho imnida" kata minho sambil membungkukan badannya
"Nde nde, silahkan nikmati makanan kalian" ucap appa
"Nde gamsahabnida" kata N dan minho
Mereka bertiga pun menikmati makanannya.
"Aku ke toilet dulu ya" ucap N pada minho dan chorong
"Uhuk uhuk" minho tiba-tiba terdesak saat makan, karena minho tak menyangka bisa berdua duduk dengan gadis yang slama ini dia tunggu.
"Aigho, kau hati-hati" kata chorong dan memberikan sapu tangan hitam kepada minho
"Nde gomawo, sepertinya aku kenal dengan sapu tangan ini" kata minho
"Ah nde tapi aku tak tau ini milik siapa" kata chorong
"Ini milikku, lihat ada namanya kan 'choi minho'" kata minho sambil menunjuk tulisan kecil
"Ah benar kenapa aku tak tau ada tulisannya ya, tapi bukankah aku sudah memberikan mu saat mengobati luka di kaki ku" pikir chorong
"Iya aku memberikan mu sebelum kejadian itu, ingat tidak? Sangat kau menangis di bus" kata minho
"Ah saat itu, iya aku ingat, jadi kau yang memberikan ku ini" ucap chorong dan menundukkan kepalanya karena malu atas kejadian hal itu dulu
"Oiya kenapa kau menangis saat itu?" Tanya minho
"Ah itu,," kata chorong
Tetapi tiba-tiba N datang dan mengajak minho untuk kembali ke villa.
"Waeyo? (kenapa?)" Tanya minho
"Ayo cepat kita kembali ke seoul, kau lupa ya besok ada meeting penting" kata N
"Ah iya benar, ayo ayo" kata minho
"Paman, bibi dan chorong jhal meokgeoseoyo (terimakasih makanannya)" kata minho dan N
*Seoul
"Chorong ah bogo sipeo (merindukan mu), akhirnya kau kembali ke seoul, bagaimana dengan appa mu?" Tanya irene
"Iya dia sudah mendingan dan bahkan masih lanjut mengurus restoran" kata chorong
"Kau tau, sepertinya akhir-akhir ini dia terus mengubungiku" kata chorong pada irene
"Siapa? Minho?" Kata irene
"Ani (bukan), N oppa teman nya minho" kata chorong
"Mungkin dia menyukai mu" kata irene
"Aihh tidak mungkin" kata chorong
"Kau harus hati-hati ya" kata irene
"Nde" kata chorong
**Prov chorong dan irene
"Aih dimana pesta ultahnya, kenapa dia mengundang ku" kata irene
"Mungkin karena kau sahabatku, sudah yuk kita masuk" kata chorong
Malam ini adalah pesta ultah N, dia mengundang chorong begitu juga dengan irene.
"Baiklah teman-teman gamsahabnida kalian sudah hadir di pesta ku ini, kue pertama ini akan ku berikan pada gadis yang special bagi ku yaitu dia chorong" kata N dan menghampiri chorong. Sontak chorong pun kaget ternyata kue pertamanya untuk chorong.
"Gamsahabnida" kata chorong dan mengambil kue itu
"Mau kah kau jadi pacar ku?" Tanya N sambil memegang tangan chorong
"Ah nde" kata chorong sambil tersenyum
**Prov N
"Bagaimana aku keren kan? Bisa mengambil hati gadis itu haha" kata N pada teman-temannya
"Wah keren" kata yang lainnya
"Ini kunci mobilku, iya nih punya ku, nih" ucap teman-teman nya memberikan kunci mobil itu pada N.
Tiba-tiba minho datang dan memukul wajah N. N pun mendorong minho.
"Ya! Hyung jadi kau mendekati chorong untuk taruhan! Ku kira kau hyung yang baik dan ku kira kau tulus menyukai chorong tapi ternyata" kata minho
"Aishh benar-benar, santai saja sih, lagian dia juga tidak tau, wae? (kenapa?) kau cemburu?" Kata N
"Iya aku cemburu! Chorong adalah gadis yang pertama kali ku lihat saat kecil! Gadis yang slama ini ku tunggu. Dia cinta pertama ku, beraninya kau mempermainkan dia" kata minho dan memukul N lagi.
Chorong pun melihat semua hal itu dan mendengar perkataan N dan minho. Segera dia pergi dari pesta itu.
"Chorong ah" ucap N dan minho
"Aissh benar-benar keterlaluan" kata irene dan mengejar chorong
"Chorong ah, changkkamanyo (tunggu)" kata irene
"Tolong jangan ikuti aku irene, aku ingin sendiri dulu" kata chorong
"Baiklah, tapi jangan lakukan hal yang bodoh ya ku mohon" kata irene
*Prov chorong
"Aaaaaaaaaaa" teriak chorong di atas gedung hotel.
"Hiks hiks hiks kenapa aku slalu tertipu sih, hati ini lagi-lagi sakit" kata chorong
"Wae?????" Kata chorong
Hujan pun turun, baju chorong mulai basah. Datang lah minho dengan payung. "Chorong ah sebaiknya kau pulang, kau bisa sakit nanti" kata minho dan memegang bahu chorong untuk bangun.
Mereka berdua pun berjalan bersama dengan satu payung, tak ada percakapan di antara mereka berdua. Sesampainya di depan rumah chorong, chorong mengambil syal nya dan mengobati luka di wajah minho. Setelah itu chorong menundukkan kepalanya sebagai ucapan terimakasih dan masuk ke dalam rumahnya.
*Keesokan harinya prov minho dan N
"Minho ah, mianhamnida (maaf) aku benar-benar menyesal terhadap perbuatan yang telah ku buat, aku tak bermaksud untuk menyakiti siapapun, tolong maafkan hyung" kata N
"Nde hyung, sebaiknya kau meminta maaf pada chorong dia yang sudah kau permainkan" kata minho
"Nde, aku pasti akan meminta maaf padanya, ku mohon kau juga memaafkan ku" kata N
"Aiih sejak kapan hyung selugu ini" ledek minho
"Ah kau ini" kata N sambil merangkul minho dan mangacak-acak rambutnya
*Prov chorong
"Eomma, ne chorong, eomma bisa kau tolong kirimkan box pink di kamar ku?" Kata chorong
"Memangnya penting?" Tanya eomma
"Nde eomma sangat penting, ku mohon" kata chorong
"Nde nde nanti eomma kirimkan" kata eomma
"Nde gamsahabnida eomma ku" kata chorong
'Terdapat pesan baru'
From : N oppa
"Chorong ah, mianhamnida (maaf) oppa benar-benar menyesal atas perbuatan oppa, ku mohon maafkan oppa"
"Aiih oppa menyebalkan itu" kata chorong
"Tok tok tok" ketukan pintu ternyata itu dari pos. Dibuka box pink itu dan dicari surat dari pengangum rahasia.
Pengagum rahasia
Annyeong, boleh kah aku berkenalan dengan mu? Aku tetangga baru mu, rumah kami saling berhadap-hadapan. Aku harap kita bisa bertemen dekat. Nama ku adalah choi minho, sepertinya kita seumuran, umur ku 15 tahun. Kau juga berumur 15 tahun kan? Ku tunggu balasan surat dari mu
"Jadi cinta pertama minho itu adalah aku? Benarkah?" Pikir chorong. Kemudian di dalam box itu juga terdapat surat berwarna hijau yang masih lekat belum dibuka.
"Apa lagi ini? Apa ini dari minho?" Kata chorong kemudian di buka
Annyeong, hari ini adalah hari terakhir ku di incheon, karena appa ku di tugaskan di seoul. Smoga kali ini kau bisa membalas surat ku ini. Ku dengar kau menang juara menari, ku ucapkan selamat untuk mu. Jika di lain waktu kita bisa bertemu, aku akan ajak kau jalan-jalan di seoul. Ingat nama ku ya choi minho pengagum rahasia mu.
"Aigho chorong ah, kenapa kau baru buka surat-surat ini, pasti dia sudah lama menunggu balasan dari ku" kata chorong
*Di kantor
"Chorong ssi tolong berikan berkas ini pada nasabah di ruang kantor ku, karena aku harus meeting dulu" ucap sunbaenim
"Nde sunbaenim (senior)" kata chorong
Chorong pun memberikan berkas itu pada namja (pria) yang berada di kantor sunbaenim. Ternyata namja itu adalah minho.
"Aihh bagaimana ini? Apa yang harus ku katakan padanya, ucapan terimakasih, minta maaf aduh membingungkan aaa" ucap chorong dalam hati.
Chorong masih di balik pintu. Kemudian pintu itu di buka oleh minho.
"Oh chorong ssi" kata minho
"Ah nde" kata chorong
"Oiya ini berkas-berkas mu" kata chorong
"Oh nde gomawo" kata minho dan pergi
"Minho ssi" panggil chorong
"Nde waeyo? (kenapa?)" Kata minho
"Ah ada yang ingin ku bicarakan" kata chorong
"Baiklah" kata minho
"Ikuti aku ke lantai atas" kata chorong
*Di luar lantai paling atas
"Apakah itu benar? Bahwa aku adalah cinta pertama mu?" Tanya chorong
"Iya benar" kata minho
"Maafkan aku, surat-surat yang kau berikan ini, baru ku baca. Aku sungguh tak tahu jika ada surat ini" kata chorong menunjukkan kedua surat itu
"Ah nde gwaenchanha (tak apa-apa) chorong ah" kata minho
"Baiklah aku ada urusan lain, apa ada lagi yang ingin kau katakan?" Tanya minho
"Ani (tidak)" kata chorong
Minho pun mulai melangkahkan kakinya
"Kata mu, kalau kita bertemu lagi di lain waktu, kau akan mengajak ku berjalan-jalan di seoul" kata chorong. Minho menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Iya benar, apa kau mau?" Kata minho
"Nde aku mau" kata chorong
"Baiklah nanti akan ku hubungi kau" kata minho tersenyum.
*Keesokan harinya prov chorong dan minho
"Kita mau pergi kemana?" Tanya chorong
"Ikut saja kau pasti suka" kata minho
"Oiya ceritakan bagaimana kau bisa melihatku" kata chorong
*Flashback
"Wah appa eomma, kamar ku di atas kan" tanya minho
"Nde, pergilah ke sana, kau pasti ingin melihatnya" kata eomma minho
Minho pun berlari masuk ke kamarnya, di buka kan jendelanya, "waah cantiknya" kata minho sambil menatap jendela sebrang tetangganya. Gadis itu sedang menari. "Minho ah, ayo makan dulu"teriak eomma nya
"Nde eomma aku ingin makan di kamar saja ya" kata minho dan membawa piring ke kamarnya.
Jendela kamarnya masih terbuka lebar, minho masih terus melihat gadis itu menari. "Haha sepertinya dia sudah lelah" kata minho. Selesai makan dia menulis surat untuknya, banyak sekali kertas-kertas yang berserakan di kamarnya. Kemudian minho pergi ke rumahnya dan menaruh surat itu di kotak pos.
Keesokan harinya
"Minho ah bangun, yuk bersiap-siap" kata eomma
"Memangnya kita mau kemana?" Tanya minho
"Kita harus pindah lagi ke seoul karna appa ditugaskan disana" kata eomma
"Tapi eomma kita kan baru satu hari disini" kata minho sedih
"Iya nanti kapan-kapan kita ke sini lagi, ayo cepat mandi" kata eomma
Minho pun membuka jendela nya, ternyata gadis itu sedang mengeringkan rambutnya habis mandi. "Jadi aku tidak bisa bertemu dengannya lagi" kata minho. Segera diambil lah kertas dan pulpen dia menuliskan lagi surat untuknya dan menaruhnya di kotak pos.
"Jadi kau penguntit ya, kau tidak lihat yang aneh-aneh kan" kata chorong
"Ani, tenang saja" kata minho
"Wah kita sudah sampai ya" kata chorong
"Yap ini adalah sungai han" kata minho
"Oh nde aku pernah mendengarnya di drama-drama" kata chorong
"Baiklah kita berfoto ya" kata chorong mengeluarkan hpnya
"Hana, dhul, shet,,, (satu dua tiga) kmichiii" kata chorong dan minho
"Ayo ubah pose, kita berpose aneh" kata minho
Chorong pun berpose manyun dan minho berpose memperlihatkan semua giginya.
"Aihh kau curang, lihat posemu masih saja imut" kata minho
"Aihh itu sudah jelek sekali, sudah ah" kata chorong dan menaruh hpnya di dalam tas
"Ayo kita naik bus, pergi makan" kata minho menarik tangan chorong
*Di bus
"Aiih penuh sekali, tak apa kan berdiri" kata minho
"Nde gwaenchana (tak apa-apa)" kata chorong
Mereka pun berdiri karena kursinya sudah penuh diisi orang, minho berada dibelakang chorong. Kemudian anak-anak SMA mulai berdatangan memasuki bus itu. "Ah itu kan sungjae, aduuh bagaimana ini" kata chorong. Kemudian chorong langsung membalikkan badannya ke belakang dan kini dia saling berhadapan dengan minho
"Wae? (kenapa?)" Tanya minho dengan suara kecil
"Sssttt, kau lihat anak SMA itu, dia yg membuat ku menangis, aku malas bertemu dengannya" bisik chorong
"Ah begitu" kata minho
Pengendara bus itu tak sengaja meremkan busnya mendadak, chorong pun hampir terjatuh ke belakang, tetapi dengan cepat minho menahan chorong dan memegang pinggangnya.
"Aissh geseran dong" ucap ahjumma itu pada minho. Sehingga posisi minho semakin dekat dengan chorong. "Kenapa jantung ku berdegup kencang sekali" kata chorong yang berada di dada minho dan tangan kirinya memegang baju minho dan tangan kanan nya memegang pegangan besi. Lama kelamaan bus itu pun semakin sepi, akhirnya chorong dan minho mendapatkan tempat duduk.
"Chorong noona" panggil sungjae pada chorong
Tetapi chorong pura-pura tak mendengarnya. Sungjae pun menghampirinya, minho langsung memegang erat tangan chorong dan mengelus rambutnya.
"Chorong ah kau mau makan apa nanti?" Tanya minho
"Ah chorong noona ternyata kau sudah punya pacar
"Oh ternyata kau sungjae, nde waeyo?" Kata chorong
"Aku sungguh kecewa noona" kata sungjae dan turun dari bus itu karena sudah ditarik oleh teman-temannya
"Huffft gomawo (makasih)" kata chorong dan melepaskan genggaman tangan minho
"Nde tenang saja, jadi anak SMA itu yang sudah membuat mu nangis" kata minho
"Nde menyebalkan" kata chorong
Mereka pun sampai di tujuan yaitu di restoran yang sangat lezat makanannya. Setelah itu minho mengantar chorong pulang.
*Keesokan harinya
Hubungan chorong dan minho semakin dekat dan bahkan chorong selalu di antar dan di jemput pulang.
"Nde gomawo, annyeong, hati-hati di jalan" ucap chorong pada minho dan melambaikan tangannya
"Cieee semakin dekat saja" ledek irene
"Padahal awal bertemunya, dia tak sengaja membuat baju mu kotor, kesananya dia selalu membantu mu" ledeknya lagi
"Tapi irene aku sungguh takut, takut dia mengkhianati ku seperti pria-pria sebelumnya yang mengajak ku dating" kata chorong
"Apa? Jadi minho sudah mengajak mu dating?" Tanya irene
"Upppsss a,,ni (ti,,dak)" kata chorong
"Sudah lah jangan bohong chorong ah, tapi kurasa minho begitu tulus lalu bagaimana perasaan mu saat dekat dengannya" kata irene
"Hmm perasaan ku,,,,, nanti saja ah aku mau mandi dulu" kata chorong dan segera masuk kamarnya
"Ya! Ayolah bagaimana dengan perasaan mu sendiri?" teriak irene
*Prov chorong
Chorong sedang bersiap-siap dia mengenakan balutan kemeja berwarna merah bergambar hati dan rok mini berwarna hitam. Baju yang dikenakan nya sama dengan baju yang dikenakan minho. Seperti baju couple, minho yang memberikannya. Sesampainya di tempat, tempat itu sangat indah dihiasi pernak-pernik berwarna-warni kemudian di lantai terdapat bunga yang dibentuk dan bertuliskan 'saranghae chorong'.
"Waah ini dating sungguhan, dia sangat romantis, aku tidak akan menghancurkan dating yang telah direncanakannya, ini sangat luar biasa" kata chorong dalam hati sambil tersenyum pada minho
"Chorong ah, apa dating ini berlebihan?" tanya minho
"Ah ani (tidak), ini sungguh luar biasa" kata chorong
"Iya ini adalah dating pertama kita, ku harap dating pertama ini berkesan untukmu" kata minho
"Hanya untuk ku? Dan kamu" kata chorong
"Ah iya untuk ku juga maksudnya" kata minho
"Kring,kring,kring" bunyi ponsel minho
"Angkat saja dulu, takut saja penting" kata chorong
"Ah nde, changkkamanyo (tunggu) hanya sebentar" kata minho
*Prov minho
"Nde yeoboseyo (hallo)" kata minho
"Minho ah, aku sudah menunggu mu dari tadi" ucap gadis yang sejak dulu menyukai minho dia bernama nana. Ternyata nana sudah ada di gerbang restoran ini, kemudian nana menghampiri minho dan memeluknya.
"Apa yang kau lakukan" ucap minho
"Aku mohon jangan lepaskan pelukan ku ini, aku mohon kali ini" ucap nana
"Mwo? (apa?)" Kata minho
"Aku tau, kau sedang dating dengan first love mu itu, walaupun aku sudah berusaha untuk memiliki mu tapi hal itu sungguh tak mungkin. Ku harap kau bahagia minho ah" kata nana dan meneteskan air mata
"Nde nana, gamsahbnida, kau harus melupakanku, kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari ku, uljima (jangan sedih)" ucap minho dan melepaskan pelukan nana
*Prov chorong
"Mana minho ya? Lama sekali, aku bingung dia ingin pesan apa" kata chorong
Kemudian chorong melihat ke luar restoran ini dan disana ada minho. "Nah itu dia tetapi apa yang dia lakukan" kata chorong
*Prov minho
"Saranghae minho ah" kata nana dan memeluknya lagi
"Minho ah!" ucap chorong melihat nana memeluk minho, chorong meninggalkannya.
"Chorong ah, changkkamanyo (tunggu)" ucap minho
"Minho ah, mianhae (maaf), selama 3 tahun ini, hanya itu ucapan yang ingin ku dengar dari mu" ucap nana dan menahan tangan minho untuk tidak pergi
"Nana ah lepaskan tangan ku, aku harus mengejar chorong" kata minho. Nana pun melepaskan tangannya dan minho pergi mengejar chorong.
*Prov chorong dan minho
"Chorong ah, changkkamanyo (tunggu), ini tidak seperti apa yang kau lihat" kata minho
"Sudahlah minho, mungkin perasaan mu yang dulu itu sudah tidak ada lagi, kau bilang kau tidak akan mengkhianati ku seperti pria-pria sebelumnya, tapi ini apa? lagi-lagi hati ku sakit" kata chorong
"Chorong ah tolong dengarkan penjelasan ku dulu" ucap minho
"Taksi" ucap chorong dan menaiki taksi itu
"Chorong ah" teriak minho
*Di rumah chorong
"Chorong ah waeyo? (kenapa?)" Tanya irene khawatir melihat chorong nangis dan masuk ke kamarnya
"Chorong ah, gwaenchana? (tak apa-apa?)" Tanya irene
"Anii (tidak), hiks hiks dia sama saja seperti yang lain, ini benar-benar sakit, sungguh hatiku ini ingin tulus dengannya, aku benar-benar menyayanginya, tapi ternyata diaa,,,, lalu rencana dating apa itu hiks hiks" tangis chorong
"Memangnya apa yang dilakukan minho?" Tanya irene
"Dia memeluk wanita lain dan aku melihatnya wanita itu berkata saranghae" kata chorong
"Tapi yang kau lihat itu pasti ada alasannya, aku yakin minho benar-benar tulus padamu" kata irene
"Tau ah aku lelah, aku ingin istirahat dulu" ucap chorong
*Keesokan harinya
"Tulus apanya lihat saja, dia tidak mengejar ku dan bahkan meneleponku atau mengirimkan SNS kepadaku" ucap chorong
"Tapi firasat ku berkata pasti ada alasan mengapa dia belum mengabarimu. Aku tau ini ke empat kalinya kau merasakan seperti ini, tapi untuk kali ini aku yakin dia benar-benar tulus menyayangi mu" kata irene
"Tapi kau tak tau kan bagaimana sakitnya di khianati empat kali berturut-turut seperti ini, sangat sakit" kata chorong
*Di kantor
"Kenapa minho begini ya? Mengapa aku jadi gelisah begini, aku khawatir takut terjadi apa-apa dengannya. Tak mungkin kan dia secepat itu melupakan cinta pertamanya yang bahkan dari dulu dia tunggu, tapi bisa saja aku dibohongi dan aku percaya begitu saja, aaa ini membuat ku bingung" pikir chorong
*Keesokan harinya
Ini adalah tanggal merah, tetapi chorong malas berlibur. Dia menghabiskannya dengan menonton tv.
"Ini sungguh2 aneh, apa aku harus meneleponnya atau mengirimkannya SNS?" Pikir chorong. Lagi-lagi dia terus memikirkan minho.
"Ini sudah dua hari tak ada kabar darinya, apa aku tanya N oppa? aiih tidak mungkin kan aku bertanya padanya" gumam chorong
"Tok tok tok" ketukan pintu
"Ini ada surat" ucap pak pos pada chorong
"Oh nde gamsahabnida" ucap chorong
Kemudian di bukalah surat berwarna hijau itu, iya kertas surat itu persis dengan punyanya minho.
Annyeong, chorong ah
Bagaimana kabar mu? Kau pasti membenci ku dan bahkan menganggap ku sama dengan pria-pria itu. Tapi aku harap kau mau mendengarkan ku dulu, untuk apa aku menunggu gadis incheon ini jika ujung-ujung nya aku mengkhianati gadis incheon ini. Nana hanya ingin mengucapkan selamat untukku, aku juga tidak tega melihat gadis lain yang sungguh2 mencintaiku dan bahkan menangis di hadapan ku. Aku tak memiliki perasaan apapun pada nana, nana sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Aku tidak akan mengkhianati gadis yang aku sayangi.
Kau pasti bingung, mengapa aku tak mengejar mu / menelepon mu / mengirimkan SNS kepada mu bahkan sudah dua hari ini. Maaf sebelumnya aku baru menceritakan soal ini pada mu. Malam itu aku ingin mengejar mu, tetapi kaki ku merasa keram dan benar-benar sulit untuk bangun, ini adalah cedera saat bermain sepak bola dan itu adalah hobi ku sejak kecil tetapi semenjak SMA aku sudah tidak lagi bermain karena cedera ku ini dan aku meminta tolong nana untuk membawa ke rumah sakit. Mungkin aku tak akan bisa bertemu dengan mu selama 2 bulan ini. Karena aku harus di rawat di rumah sakit di england ini untuk pemulihan kaki ku. Aku tau ini pasti tak mudah bagi mu untuk memaafkan ku secepat ini. Pasti hati mu sangat sakit telah dikhianti seperti ini. Tapi percayalah aku benar-benar mencintai mu. Mianhae, aku telah mengahancurkan dating pertama kita.
Dari : minho (pengagum rahasia)
"Hiks hiks, minho ah, kenapa kau tak cerita kepadaku, aku pasti akan merindukan mu. Mianhae aku yang salah, aku telah menghancurkan semuanya. Aku benar-benar menyesal" kata chorong
Anyeong, minho ah
Kau tau? Bagaimana khawatir nya aku tak dapat kabar dari mu? Itu sangat menyedihkan. Baiklah aku percaya atas penjelasan mu. Tapi aku sungguh kecewa karena kau baru menceritakan itu semua. Aku juga benar-benar mencintaimu.Kau janji ya kau harus sembuh, kau harus ikuti perkataan dokter biar lekas sembuh. Kau juga harus janji, harus menceritakan semua apapun itu dan sebaliknya aku. Ini bukan salah mu, ini salah ku, aku yang telah menghancurkan rencana dating yang telah kau buat. Aku benar-benar menyesal minho ah. Bogo sipeo (merindukan mu).
Dari : chorong (gadis incheon mu)
Chorong pun melanjutkan aktivitas nya seperti biasa, pergi ke kantor. Sedangkan minho menuruti perkataan dokter untuk pemulihan kakinya.
*2 bulan kemudian,,,
Chorong sudah menunggunya di sungai han, hari ini adalah hari kepulangan minho dari rumah sakit. Kemudian datanglah minho, chorong menghampirinya dan menangis, dia sangat merindukannya.
"Minho ah, bogo sipeo" kata chorong
"Nde bogo sipeo" kata minho dan memeluknya begitu pula dengan chorong membalas pelukan minho
"Kau masih sakit?" Tanya chorong
"Ani (tidak), aku sudah benar-benar pulih, lihat kaki ku tidak apa-apa kan" kata minho
"Aih syukurlah kau tak apa" kata chorong
"Minho ah mianhamnida (mohon maaf), aku hanya takut dan benar-benar cemburu melihat kau berpelukan dengan wanita lain dan itu membuat ku sakit" kata chorong
"Nde chorong ah, kau tau kan? Kenapa aku tak menerima cintanya, itu karena kau gadis incheon itu" kata minho
"Nde minho ah" kata chorong
"Kau tak mau melepaskan pelukan ini" kata minho
"Ani, aku ingin seperti ini, aku benar-benar merindukan mu" kata chorong
"Nde nde aku juga" kata minho
-THE END-
Hy hy hy ini ff ke tiga ku hehe, smoga kalian semua terhibur. Maaf ya kalau pemainnya itu rata-rata anggota apink, soalnya aku suka mereka hehe.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar